Dow dan S&P Ditutup Perbarui Rekor

Selasa, 03 Juni 2014 - 08:54 WIB
Dow dan S&P Ditutup...
Dow dan S&P Ditutup Perbarui Rekor
A A A
NEW YORK - Indeks Dow Jones dan S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat setelah Institute for Supply Management (ISM) merevisi data manufaktur Amerika Serikat (AS) bulan Mei.

Saham sektor industri dan material mencatat kenaikan terbesar, sedangkan sektor teknoloagi melemah karena terbebani anjloknya saham Apple dan google.

Saham Apple (AAPL.O) turun 0,7% menjadi USD628,65 setelah raksasa teknologi tersebut memperkenalkan sistem operasi baru untuk komputer Mac dan perangkat mobile. Sedangkan saham Google Inc (GOOGL.O) jatuh 1,3% menjadi USD564,34.

Sementara saham Broadcom Corp (BRCM.O) melonjak 9,3% menjadi USD34,84 dan ARIAD Pharmaceuticals Inc (ARIA.O) meningkat 4% menjadi USD6,94.

"Pasar akhir-akhir ini lebih terfokus pada melemahnya berita ekonomi dan pasar obligasi, tapi kami melihat pembalikan hari ini karena revisi data Institute for Supply Management," kata President of Hedge Fund LibertyView Capital Management Rick Meckler seperti dirilis dari Reuters, Selasa (3/6/2014).

ISM menyebutkan bahwa indeks aktivitas pabrik nasional pada Mei naik menjadi 55,4 dari 54,9 pada April. ISM awalnya menyebutkan aktivitas pabrik bulan lalu hanya 53,2.

Pada penutupan perdagangan, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 26,46 poin atau 0,16% ke 16.743,63; indeks S & P 500 menguat 1,40 poin atau 0,07% ke 1.924,97, namun Nasdaq turun 5,42 poin atau 0,13% ke 4,237.20.

Dow berakhir melanjutkan rekor untuk kali kedua berturut-turut, sedangkan S&P 500 ditutup pada rekor ketiga berturut-turut, meski volume perdagangan minim. Volume perdagangan tercatat sekitar 4,68 miliar saham, di bawah rata-rata bulan lalu sebanyak 5,75 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
6 menit yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
6 menit yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
25 menit yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
44 menit yang lalu
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Enam Minggu Beroperasi,...
Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
1 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved