Kalangan Pengembang Khawatir dengan Merger PU dan Pera

Kamis, 30 Oktober 2014 - 03:03 WIB
Kalangan Pengembang...
Kalangan Pengembang Khawatir dengan Merger PU dan Pera
A A A
BANDUNG - Penggabungan atau merger dua kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan Perumahan Rakyat (Pera) pada kabinet kerja masa pemerintahan Jokowi-JK dinilai akan membuat pembangunan rumah rakyat tersendat. Karenanya, merger tersebut tidak disetujui oleh kalangan pengembang.

“Kami kurang setuju dengan penggabungan tersebut. Sektor perumahan rakyat tidak akan seleluasa ketika menjadi kementerian tunggal tanpa penggabungan. Saat ini banyak permasalahan perumahan rakyat yang belum tuntas,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (AP2ERSI) Ferry Sandiyana kepada wartawan, Rabu (29/10/2014).

Dia melanjutkan, persoalan yang ada di sektor perumahan rakyat membutuhkan kerja yang cukup tinggi. Penggabungan tersebut dipastikan membutuhkan waktu cukup lama untuk proses penyesuaian.

“Pada masa pemerintahan sebelumnya yang dipimpin SBY PU dan perumahan rakyat dipisahkan. Wajar kalau setelahnya digabungkan akan butuh waktu untuk proses penyesuaian dalam menyelesaikan persoalan perumahan rakyat. Apalagi baik PU maupun perumahan rakyat memiliki lingkup pekerjaan yang sangat luas,” katanya.

Pada awalnya, kalangan anggota DPR sempat menolak penggabungan ini. Ketika itu, para wakil rakyat menilai persoalan perumahan harus menjadi prioritas karena tergolong barang kebutuhan pokok masyarakat sama seperti Pangan ataupun Sandang.

“Banyak persoalan perumahan yang hingga kini belum tuntas. Di antaranya adalah angka backlog yang terus meningkat hingga menyentuh 15 juta unit. Ini indikasi bahwa Indonesia masih dalam kondisi darurat perumahan. Saya khawatir dengan penggabungan tersebut malah membuat permasalahan semakin banyak," tuturnya.

Dia mengakui, meskipun kurang setuju, pihaknya tetap berharap akan ada dampak positif dari penggabungan tersebut. Karenanya, pihaknya siap mendukung penuh kementerian PU dan perumahan rakyat ini.

“Sekarang sudah digabungkan. Tinggal bagaimana kami bisa menunjukkan dukungan penuh terhadap kementerian ini. Ke depan, proyek PU yang sebagian besar melalui proses lelang harus lebih selaras dan mendukung pengembangan rumah rakyat. Misalkan, proyek pengerjaan infrastruktur jalan raya harus menyentuh wilayah pelosok yang kerap menjadi lokasi pengembangan rumah rakyat mengingat harga lahan di perkotaan sangat mahal,” paparnya.

Kekhawatiran yang sama diperlihatkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Real Estate Indonesia (REI) Hari Raharta Sudrajat. Terlebih, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono bukan sosok yang berasal dari praktisi atau orang yang kompeten di bidang perumahan. Yang bersangkutan sebelumnya menjabat sebagai Dirjen Penataan Ruang.

“Saya sedikit kecewa dengan penggabungan tersebut. Sebab, ada kekhawatiran penanganan permasalahan perumahan menjadi lebih lamban,” imbuhnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Persiapkan Modal Anda,...
Persiapkan Modal Anda, Bakal Ada Proyek Properti Menjanjikan
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Industri Properti Berikan...
Industri Properti Berikan Dampak Positif ke Pasar Gipsum
Geliatkan Industri,...
Geliatkan Industri, 1.000 Properti Akan Diluncurkan Serentak di 23 Kota se-Indonesia
Perkuat Modal Ekspansi...
Perkuat Modal Ekspansi Properti, Graha Agung Kencana Gandeng Salvatore Financial
7 Alasan Kenapa Harus...
7 Alasan Kenapa Harus Memilih Investasi Properti
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
28 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
57 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved