Indeks Dow dan S&P Merosot Tertekan Harga Minyak

Jum'at, 27 Februari 2015 - 08:57 WIB
Indeks Dow dan S&P Merosot...
Indeks Dow dan S&P Merosot Tertekan Harga Minyak
A A A
NEW YORK - Indeks Nasdaq kembali reli pada perdagangan Kamis waktu setempat setelah berita kesepakatan di sektor teknologi. Sementara indeks Dow dan S&P 500 merosot tertekan melemahnya saham energi akibat turunnya harga minyak.

Pendorong indeks Nasdaq dan S&P 500 adalah saham Avago Technologies (AVGO.O), yang melonjak 14,7% menjadi USD129,25. Perusahaan teknologi ini mencapai kesepakatan mengakuisisi Emulex (ELX.N) sebesar USD8 per saham. Saham Emulex melonjak 24,7% menjadi USD7,93.

Saham dengan kenaikan tertinggi lainnya adalah Salesforce.com (CRM.N), yang naik 11,7% menjadi USD70,24. Perusahaan perangkat lunak cloud ini melaporkan laba kuartalan dan menaikkan proyeksi pendapatan tahunan.

Setelah pergerakan lambat pada awal tahun ini, bursa saham telah rebound tajam pada Februari. Baik indeks Dow dan S&P 500 berada di jalur dengan kinerja bulanan terbaik sejak Oktober 2011, sedangkan Nasdaq mencatat kenaikan bulanan terbaik sejak Januari 2012.

"Setelah kami mengalami kondisi yang sulit pada Januari dan awal Februari, laba emiten mendorong reli dan kenaikan lebih tinggi," kata Kepala strategi di Bolton Global Asset Management Bruce Zaro seperti dilansir dari Reuters, Jumat (27/2/2015).

Sementara itu, saham energi memimpin penurunan di indeks S&P 500 dan Dow, dengan indeks energi S&P 500 (SPNY) anjlok 1,8%. Penurunan tersebut terimbas susutnya harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) sebesar 5,5% menjadi USD48,17 per barel, tertekan naiknya persediaan di negara itu.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 10,15 poin atau 0,06% ke 18.214,42; indeks S&P 500 kehilangan 3,12 poin atau 0,15% ke 2.110,74; dan indeks Nasdaq Composite bertambah 20,75 poin atau 0,42% ke 4.987,89.

Sekitar 6,4 miliar saham ditrasksikan di bursa AS, di bawah rata-rata bulanan sebanyak 6,8 miliar lembar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
7 menit yang lalu
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
44 menit yang lalu
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
1 jam yang lalu
Bahlil Pastikan Warga...
Bahlil Pastikan Warga Terdampak Proyek Blok Masela Bakal Dapat Ganti Untung
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Perkuat...
Pupuk Kaltim Perkuat Green and Smart Port, Dukung Daya Saing Industri dan Logistik
2 jam yang lalu
Prabowo Merasa Berutang...
Prabowo Merasa Berutang ke Warga Maluku saat Resmikan LNG Abadi Masela: Janji Dibayar
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved