Pemerintah Ingin Lenyapkan Premium Secara Perlahan
Jum'at, 17 April 2015 - 17:43 WIB
Pemerintah Ingin Lenyapkan Premium Secara Perlahan
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said berharap bahan bakar minyak (BBM) RON 88 alias premium perlahan dapat hilang, seiring akan diluncurkannya produk BBM varian baru, pertalite.
Dia mengatakan, Pertamina telah mengkomunikasikan secara informal terkait rencana peluncuran BBM baru tersebut. Namun hingga saat ini, pihaknya belum memperoleh surat resmi terkait hal tersebut.
"Mereka (Pertamina) sudah komunikasi secara informal. Sudah menjelaskan mengapa itu (pertalite) diperkenalkan. Tujuannya secara bertahap menghilangkan premium RON 88," katanya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2015).
Menurutnya, BBM jenis premium banyak memiliki kekurangan, secara kebersihan BBM tersebut bukan energi yang bersih, dan secara governance proses importasinya menimbulkan kecurigaan.
"Karena itu muncul ide bagaimana membuat produk transisi. Formalitasnya masih kita tunggu, mereka belum ajukan surat. Tapi setahu saya, BPH Migas juga terlibat dalam pembicaran ini," imbuh dia.
Seperti diketahui, pemerintah tengah mengupayakan agar dalam dua tahun premium dapat hilang dari peredaran, dan tidak dijual lagi. Sebab itu, dengan varian baru ini diharapkan rencana pelenyapan premium dapat lebih cepat dilakukan.
"Tujuannya kan secara bertahap bagaimana RON 88 diganti. Kita akan ikuti suatu ketika, syukur-syukur sebelum dua tahun RON 88 sudah dihilangkan," pungkas Sudirman.
(Baca: Pertamina Tak Akan Langsung Hapus BBM Premium)
Dia mengatakan, Pertamina telah mengkomunikasikan secara informal terkait rencana peluncuran BBM baru tersebut. Namun hingga saat ini, pihaknya belum memperoleh surat resmi terkait hal tersebut.
"Mereka (Pertamina) sudah komunikasi secara informal. Sudah menjelaskan mengapa itu (pertalite) diperkenalkan. Tujuannya secara bertahap menghilangkan premium RON 88," katanya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2015).
Menurutnya, BBM jenis premium banyak memiliki kekurangan, secara kebersihan BBM tersebut bukan energi yang bersih, dan secara governance proses importasinya menimbulkan kecurigaan.
"Karena itu muncul ide bagaimana membuat produk transisi. Formalitasnya masih kita tunggu, mereka belum ajukan surat. Tapi setahu saya, BPH Migas juga terlibat dalam pembicaran ini," imbuh dia.
Seperti diketahui, pemerintah tengah mengupayakan agar dalam dua tahun premium dapat hilang dari peredaran, dan tidak dijual lagi. Sebab itu, dengan varian baru ini diharapkan rencana pelenyapan premium dapat lebih cepat dilakukan.
"Tujuannya kan secara bertahap bagaimana RON 88 diganti. Kita akan ikuti suatu ketika, syukur-syukur sebelum dua tahun RON 88 sudah dihilangkan," pungkas Sudirman.
(Baca: Pertamina Tak Akan Langsung Hapus BBM Premium)
(izz)
Lihat Juga :