Kadin Tak Masalahkan Pertamina Luncurkan Pertalite
Senin, 20 April 2015 - 18:16 WIB
Kadin Tak Masalahkan Pertamina Luncurkan Pertalite
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto tak mempermasalahkan PT Pertamina yang akan meluncurkan BBM jeis baru, pertalite asalkan tidak terjadi kelangkaan.
Menurutnya, jika terjadi kelangkaan maka akan menghambat roda perekonomian Indonesia. "Terus terang kalau itu kami melihatnya yang penting adalah tidak terjadi kelangkaan. Kalau kelangkaan itu bisa terjadi berdampak pada kelancaran roda perekonimian kita. Kalau menurut hemat saya itu sah-sah saja kalau itu strategi dari yang diambil Pertamina," ujarnya di menara Kadin, Jakarta, Senin (20/4/2015).
Dia mengatakan, urusan penggantian premium menjadi pertalite itu semuanya berkaitan pada seberapa besar kemungkinan subsidi yang harus ditanggung negara.
"Dengan peningkatan itu beban masyarakat lebih tinggi. Tapi di lain pihak akan lebih merinagkankan negara. Karena kalau dilihat secara keseluruhan mungkin ada baiknya juga. Mungkin kita mengurangi beban bsubsidi, nah terus apa yang bisa dihemat mudah-mudahan bisa dimanfaatkan kepada kegiatan yang tepat sasaran," katanya.
Suryo optimis, kehadiran pertalite bisa mengubah jalur subsidi negara ke sektor-sektor yang lebih mumpuni. Misalnya pembangunan infarstruktur dan pembangunan-pembangunan lain untuk hajat hidup orang banyak.
"Kita ini sudah sangat tertinggal, kurang dalam infrasrtuktur, dan itu sangat berdampak pada pertumnbuhan ekonomi. Tanpa adanya infrastruktur yang memadai, roda perekonimian pun akan terganggu. Jadi ini yang ingin kita targetkan. Perhatikan prioritas kita dalam mengejar ketertinggalan kita pada infrarstktur kita yang pada dasarnya sangat kita perlukan," tandas dia.
Menurutnya, jika terjadi kelangkaan maka akan menghambat roda perekonomian Indonesia. "Terus terang kalau itu kami melihatnya yang penting adalah tidak terjadi kelangkaan. Kalau kelangkaan itu bisa terjadi berdampak pada kelancaran roda perekonimian kita. Kalau menurut hemat saya itu sah-sah saja kalau itu strategi dari yang diambil Pertamina," ujarnya di menara Kadin, Jakarta, Senin (20/4/2015).
Dia mengatakan, urusan penggantian premium menjadi pertalite itu semuanya berkaitan pada seberapa besar kemungkinan subsidi yang harus ditanggung negara.
"Dengan peningkatan itu beban masyarakat lebih tinggi. Tapi di lain pihak akan lebih merinagkankan negara. Karena kalau dilihat secara keseluruhan mungkin ada baiknya juga. Mungkin kita mengurangi beban bsubsidi, nah terus apa yang bisa dihemat mudah-mudahan bisa dimanfaatkan kepada kegiatan yang tepat sasaran," katanya.
Suryo optimis, kehadiran pertalite bisa mengubah jalur subsidi negara ke sektor-sektor yang lebih mumpuni. Misalnya pembangunan infarstruktur dan pembangunan-pembangunan lain untuk hajat hidup orang banyak.
"Kita ini sudah sangat tertinggal, kurang dalam infrasrtuktur, dan itu sangat berdampak pada pertumnbuhan ekonomi. Tanpa adanya infrastruktur yang memadai, roda perekonimian pun akan terganggu. Jadi ini yang ingin kita targetkan. Perhatikan prioritas kita dalam mengejar ketertinggalan kita pada infrarstktur kita yang pada dasarnya sangat kita perlukan," tandas dia.
(izz)
Lihat Juga :