Kemendag Gaet AKC Tingkatkan Ekspor ke Korsel

Kamis, 30 April 2015 - 11:39 WIB
Kemendag Gaet AKC Tingkatkan...
Kemendag Gaet AKC Tingkatkan Ekspor ke Korsel
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng ASEAN-Korea Center (AKC) untuk meningkatkan ekspor ke Korea Selatan (Korsel). Ekspor Indonesia ke Negeri Gingseng tersebut masih terbilang kecil.

Pelaksana harian (Plh) Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Srie Agustina mengatakan, ekspor Indonesia ke Korsel baru mampu menembus USD41 juta. Angka tersebut terbilang kecil, mengingat Indonesia mampu menembus ekspor ke Jepang hingga USD300 juta.

"Ekspor kita ke Jepang sampai USD300 juta, sementara ke Korea cuma USD41 juta. Padahal, Korea cukup mengimpor banyak dari Indonesia dengan menempati urutan keenam negara tujuan impor," tuturnya di gedung Kemendag, Jakarta, Kamis (30/4/2015).

Menurutnya, salah satu produk yang berpotensi masuk dan dikembangkan di Korsel adalah furnitur. Sayangnya, produk furnitur Indonesia masih kurang dari segi desain dan kualitas.

"Maka, hal ini harus dibantu. Utamanya soal kualitas dan desain kepada para eksportir furnitur Indonesia agar lebih memahami trend konsumer Korea dengan desainnya," imbuh dia.

Jika hal ini bisa ditingkatkan, kata Srie, Indonesia berpeluang meraup pendapatan yang jauh lebih besar dari saat ini yang hanya USD41 juta. Bahkan Srie menjamin, dalam dua hingga tiga tahun ekspor Indonesia ke Korsel mampu meningkat 100% jika kualitas produk terus diperbaiki.

"Perwakilan ASEAN-Korea Center (AKC) mengatakan bahwa dari USD41 juta kalau ditingkatkan kualitasnya mereka akan meningkatkan permintaan yang bisa diisi dari Indonesia menjadi dua kali, yakni sebanyak USD82 juta kalau kita konsisten dan fokus," jelas Srie.

Menurutnya, Korsel memiliki standar keamanan dan keselamatan tersendiri untuk produk furnitur mereka. Mereka lebih memilih furnitur yang simpel dan minimalis karena sebagian masyarakat Korsel menetap di apartemen.

"Korea sebagian besar itu tinggalnya di apartemen, jadi kalau furnitur yang besar-besar itu bakal tidak laku. Jadi mereka itu seleranya simple dan minimalis. Harapan kita, kalau bisa meningkatkan 100% dalam 2-3 tahun dengan meningkatkan kualitas dan standar, mudah-mudahan bisa berhasil," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag: Surplus Neraca...
Kemendag: Surplus Neraca Perdagangan 2021 Bisa Pecahkan Rekor
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Mendag Wajibkan Pelaku...
Mendag Wajibkan Pelaku Ekspor Impor Gunakan Kapal Nasional
Kemendag Beri Kemudahan...
Kemendag Beri Kemudahan Urus Izin Ekspor Impor 5 Hari Kerja
Dampak RCEP: Ekspor...
Dampak RCEP: Ekspor Meningkat, Impor Terjaga
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Berita Terkini
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
5 menit yang lalu
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
1 jam yang lalu
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
11 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
11 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
12 jam yang lalu
Bukti Transparansi,...
Bukti Transparansi, Pertamina Jadi Wajib Pajak Pertama di Indonesia Terapkan Integrasi Data Perpajakan Bersama DJP
12 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved