Profil dan Kekayaan Hui Ka Yan, Pengusaha Terkaya di Asia yang Hartanya Menipis
Rabu, 25 Januari 2023 - 13:57 WIB
Dikutip dari situs web fool com, penjualan saham pengembang properti China, China Evergrande Group telah meroket sekitar 61% lebih tinggi. Jumlah tersebut tentu mengakibatkan perusahaan ini berada di ambang kebangkrutan. Apalagi adanya kegagalan Evergrande dalam melakukan pembayaran utang yang mencapai Rp4.000 triliun.
Dari beberapa kejadian tersebut profil Hui Ka Yan sebagai pemilik perusahaan tentu menjadi sorotan publik.
Hui Ka Yan atau yang biasa dikenal dengan Xu Jiayin adalah pria yang lahir pada tanggal 9 Oktober 1958 di Taikang, Zhoukou, Henan, Tiongkok. Saat ini ia menjabat sebagai ketua dewan di perusahaan miliknya yakni Evergrande Group.
Baca juga : Hadapi Pengusaha China, Boy Thohir Mengaku Berguru kepada Luhut
Sebelum menjadi pemilik perusahaan properti, Hui berangkat dari keluarga pedesaan di Taikang Henan, Tiongkok. Ayahnya merupakan seorang pensiunan tentara yang memilih menjadi penjaga gudang di kampungnya.
Saat masa remaja Hui berhasil menuntaskan pendidikan di Perguruan Tinggi, ia melamar menjadi direktur di perusahaan Besi dan Baja Wuyang pada tahun 1983. Tiga tahun setelahnya, ia menjadi presiden dari kantor cabangnya yang bernama Quanda dan ia bernegosiasi masalah gajinya namun ditolak oleh atasannya.
Dari beberapa kejadian tersebut profil Hui Ka Yan sebagai pemilik perusahaan tentu menjadi sorotan publik.
Hui Ka Yan atau yang biasa dikenal dengan Xu Jiayin adalah pria yang lahir pada tanggal 9 Oktober 1958 di Taikang, Zhoukou, Henan, Tiongkok. Saat ini ia menjabat sebagai ketua dewan di perusahaan miliknya yakni Evergrande Group.
Baca juga : Hadapi Pengusaha China, Boy Thohir Mengaku Berguru kepada Luhut
Sebelum menjadi pemilik perusahaan properti, Hui berangkat dari keluarga pedesaan di Taikang Henan, Tiongkok. Ayahnya merupakan seorang pensiunan tentara yang memilih menjadi penjaga gudang di kampungnya.
Saat masa remaja Hui berhasil menuntaskan pendidikan di Perguruan Tinggi, ia melamar menjadi direktur di perusahaan Besi dan Baja Wuyang pada tahun 1983. Tiga tahun setelahnya, ia menjadi presiden dari kantor cabangnya yang bernama Quanda dan ia bernegosiasi masalah gajinya namun ditolak oleh atasannya.
Lihat Juga :