Pertamina Geothermal Resmi IPO, Intip Rencana Bisnisnya
Rabu, 01 Februari 2023 - 14:22 WIB
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melakukan penawaran umum perdana saham/ initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto/Dok
JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melakukan penawaran umum perdana saham/ initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) . Anak usaha PT Pertamina (Persero) itu melepas 13,35 miliar saham dengan nilai nominal Rp 500 per saham, dengan rentang harga pelaksanaan di Rp 820 - Rp 945 per saham. Sehingga total dana yang diperoleh mencapai Rp 8,49 triliun hingga Rp 9,78 triliun.
Baca Juga: 4 BUMN Bakal Melantai di Bursa Tahun Ini, Berikut Profilnya
Manajemen PGEO mengatakan seluruh dana yang diperoleh dari IPO atau sekitar 85% akan digunakan untuk anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex), serta investasi pengembangan usaha perseroan hingga 2025.
"Sekitar 85% (delapan puluh lima persen) akan digunakan untuk pengembangan usaha Perseroan sampai dengan tahun 2025," tulis perseroan dalam prospektus, Rabu (1/2/2023).
Dari persentase tersebut, sekitar 55% dana capex akan digunakan untuk pengembangan kapasitas tambahan dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) operasional yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi co-generation technology untuk memenuhi permintaan tambahan dari pelanggan existing perseroan.
Baca Juga: Erick Thohir Beri Sinyal 4 BUMN Siap Melantai di Bursa Tahun Ini
Baca Juga: 4 BUMN Bakal Melantai di Bursa Tahun Ini, Berikut Profilnya
Manajemen PGEO mengatakan seluruh dana yang diperoleh dari IPO atau sekitar 85% akan digunakan untuk anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex), serta investasi pengembangan usaha perseroan hingga 2025.
"Sekitar 85% (delapan puluh lima persen) akan digunakan untuk pengembangan usaha Perseroan sampai dengan tahun 2025," tulis perseroan dalam prospektus, Rabu (1/2/2023).
Dari persentase tersebut, sekitar 55% dana capex akan digunakan untuk pengembangan kapasitas tambahan dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) operasional yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi co-generation technology untuk memenuhi permintaan tambahan dari pelanggan existing perseroan.
Baca Juga: Erick Thohir Beri Sinyal 4 BUMN Siap Melantai di Bursa Tahun Ini
Lihat Juga :