Dampak Hilirisiasi, Penerimaan Bea Keluar Anjlok 68,1%

Rabu, 22 Februari 2023 - 14:29 WIB
"Kinerja penerimaan bea masuk tumbuh signifikan walaupun nilai impor nasional hanya meningkat sebesar 1,3% yoy. Peningkatan penerimaan bulan ini disebabkan pelemahan kurs Rupiah dibandingkan bulan Januari tahun lalu dan penerimaan dari Surat Penetapan Pabean senilai Rp237,43 miliar," jelas Sri.

Dilihat dari besaran nilainya, penerimaan bea masuk terbesar berasal dari kendaraan roda empat, gas alam, suku cadang, mesin tambang dan konstruksi, serta beras. Sementara itu, bea keluar turun 68,1% karena dipengaruhi harga CPO yang sudah termoderasi dan turunnya volume ekspor komoditas mineral akibat hilirisasi. Selain itu, bea keluar produk sawit turun hingga -69,31% yoy, karena harga CPO yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga: Beberkan Tren Penurunan Harga Komoditas, Sri Mulyani Awasi Efeknya ke Ekonomi RI

"Bea keluar tembaga turun menjadi -68,76% yoy karena turunnya tarif bea keluar tembaga dan turunnya volume ekspor tembaga hingga -41,06% yoy. Bea keluar bauksit pun turun hingga -46,22% yoy karena turunnya volume ekspor bauksit sebesar 46,39% yoy," tambah Sri.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!