Cegah Badai PHK, Pelaku Usaha Bergantung pada Belanja Parpol Jelang Pemilu 2024
Jum'at, 10 November 2023 - 16:33 WIB
Sarman Simanjorang mengatakan, saat ini kondisi industri manufaktur di tanah air masih belum menunjukan pemulihan. Hal itu berdampak pada badai PHK yang hingga saat ini diproyeksikan masih terus berlanjut.
Diterangkan olehnya, pelemahan permintaan pasar paling terasa pada sektor TPT. Sehingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga paling banyak terjadi di sektor tersebut yang juga merupakan industri padat karya.
"Kalau kita lihat dari kementerian ketenagakerjaan, bahwa sampai dengan bulan September, sudah terjadi PHK hampir 42 ribu karyawan, ini semua sektor padat karya," ujar Sarman
Menurutnya paling tidak ada 3 faktor yang menyebabkan industri lesu pada saat ini, pertama pelemahan pasar ekspor, pelemahan nilai tukar rupiah, dan membanjirnya produk-produk barang impor ke pasar domestik.
Berdasarkan data BPS kinerja ekspor Indonesia mengalami penurunan 4,26% secara tahunan, sedangkan untuk impor mengalami pelemahan 6,18% secara tahunan.
Diterangkan olehnya, pelemahan permintaan pasar paling terasa pada sektor TPT. Sehingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga paling banyak terjadi di sektor tersebut yang juga merupakan industri padat karya.
"Kalau kita lihat dari kementerian ketenagakerjaan, bahwa sampai dengan bulan September, sudah terjadi PHK hampir 42 ribu karyawan, ini semua sektor padat karya," ujar Sarman
Menurutnya paling tidak ada 3 faktor yang menyebabkan industri lesu pada saat ini, pertama pelemahan pasar ekspor, pelemahan nilai tukar rupiah, dan membanjirnya produk-produk barang impor ke pasar domestik.
Berdasarkan data BPS kinerja ekspor Indonesia mengalami penurunan 4,26% secara tahunan, sedangkan untuk impor mengalami pelemahan 6,18% secara tahunan.
(akr)
Lihat Juga :