Wow! Bisnis Vaksin Dunia Tembus Rp 850 Triliun, Belum Termasuk Vaksin Corona
Rabu, 26 Agustus 2020 - 13:21 WIB
Lalu berdasarkan cara memasukan vaksin ke dalam tubuh manusia juga terdiri dari dua produk. Vaksin yang diberikan secara oral, seperti vaksin polio dan vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh.
Lalu siapa saja perusahaan-perusahaan vakisn di dunia yang jadi pemain besar di pasar ini. Perusahaan vaksin asal Uni Emirat Arab (UEA), G42 Healthcare AI Holding Rsc Ltd, yang menjadi salah satu mitra Indonesia dalam pengadaan vaksin, belum termasuk dalam 10 besar perusahaan vaksin dunia.
Demikian juga dengan tiga perusahaan vaksin asal China yang bekerjasama dengan Indonesia dalam pengadaan vaksin. Yakni Sinovac Biotech Ltd, China National Biotec Group (Sinopharm) dan CanSino, belum masuk dalam deretan perusahaan vaksin yang menguasai pasar dunia.
Baca Juga :Kerja Sama dengan Indonesia, Perusahaan China Uji Klinis Tahap III di UEA
Perusahaan farmasi asal Inggris, GlaxoSmithKline (GSK) tercatat sebagai perusahaan yang menguasai sekitar 23% pasar vaksin dunia. GSK telah menjual lebih dari 2 juta vaksin setiap hari untuk masyarakat di 170 negara.
Di bawah dominasi GSK, ada Merck & Co , perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS). Perusahaan tersebut berhasil mengantongi USD 6,54 miliar atau Rp97,8 triliun dari penjualan vaksin di seluruh dunia dengan pangsa pasar 18%.
Perusahaan ini awalnya merupakan anak perusahaan dari perusahaan Jerman, Merck KGaA. Sama seperti aset Jerman lainnya di AS, Merck & Co. adalah perusahaan pampasan Perang Dunia I 1917 dan kemudian dibentuk badan usaha mandiri yang berdiri bebas. Perusahaan ini sekarang masuk dalam daftar lima perusahaan terbesar pharmaceutical dunia.
Posisi selanjutnya ditempati oleh Sanofi S.SA, perusahaan farmasi asal Perancis. Sanofi menguasai sekitar 17 persen pangsa pasar vaksin di seluruh dunia. Sanofi secara global mempekerjakan lebih dari 110.000 karyawan di 100 negara. Dengan anggaran riset lebih lebih dari 4,4 miliar euro atau setara Rp52,2 triliun, Sanofi Group menjadi sebagai satu dari tiga pelaku riset terbesar di kalangan industri farmasi dunia.
Selanjutnya Pfizer, perusahaan farmasi asal AS yang menguasai 13 persen bisnis vaksin di seluruh dunia dengan pendapatan USD 6 miliar (Rp89,9 triliun) pada 2017.
Di kawasan Asia Tenggara, PT Bio Farma (Persero) menjadi satu-satunya perusahaan yang diakui sebagai pemasok vaksin di kawasan ini oleh badan kesehatan dunia atau WHO. Selain itu, sebanyak 132 negara telah mengimpor vaksin dari perusahaan ini.
Lalu siapa saja perusahaan-perusahaan vakisn di dunia yang jadi pemain besar di pasar ini. Perusahaan vaksin asal Uni Emirat Arab (UEA), G42 Healthcare AI Holding Rsc Ltd, yang menjadi salah satu mitra Indonesia dalam pengadaan vaksin, belum termasuk dalam 10 besar perusahaan vaksin dunia.
Demikian juga dengan tiga perusahaan vaksin asal China yang bekerjasama dengan Indonesia dalam pengadaan vaksin. Yakni Sinovac Biotech Ltd, China National Biotec Group (Sinopharm) dan CanSino, belum masuk dalam deretan perusahaan vaksin yang menguasai pasar dunia.
Baca Juga :Kerja Sama dengan Indonesia, Perusahaan China Uji Klinis Tahap III di UEA
Perusahaan farmasi asal Inggris, GlaxoSmithKline (GSK) tercatat sebagai perusahaan yang menguasai sekitar 23% pasar vaksin dunia. GSK telah menjual lebih dari 2 juta vaksin setiap hari untuk masyarakat di 170 negara.
Di bawah dominasi GSK, ada Merck & Co , perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS). Perusahaan tersebut berhasil mengantongi USD 6,54 miliar atau Rp97,8 triliun dari penjualan vaksin di seluruh dunia dengan pangsa pasar 18%.
Perusahaan ini awalnya merupakan anak perusahaan dari perusahaan Jerman, Merck KGaA. Sama seperti aset Jerman lainnya di AS, Merck & Co. adalah perusahaan pampasan Perang Dunia I 1917 dan kemudian dibentuk badan usaha mandiri yang berdiri bebas. Perusahaan ini sekarang masuk dalam daftar lima perusahaan terbesar pharmaceutical dunia.
Posisi selanjutnya ditempati oleh Sanofi S.SA, perusahaan farmasi asal Perancis. Sanofi menguasai sekitar 17 persen pangsa pasar vaksin di seluruh dunia. Sanofi secara global mempekerjakan lebih dari 110.000 karyawan di 100 negara. Dengan anggaran riset lebih lebih dari 4,4 miliar euro atau setara Rp52,2 triliun, Sanofi Group menjadi sebagai satu dari tiga pelaku riset terbesar di kalangan industri farmasi dunia.
Selanjutnya Pfizer, perusahaan farmasi asal AS yang menguasai 13 persen bisnis vaksin di seluruh dunia dengan pendapatan USD 6 miliar (Rp89,9 triliun) pada 2017.
Di kawasan Asia Tenggara, PT Bio Farma (Persero) menjadi satu-satunya perusahaan yang diakui sebagai pemasok vaksin di kawasan ini oleh badan kesehatan dunia atau WHO. Selain itu, sebanyak 132 negara telah mengimpor vaksin dari perusahaan ini.
(eko)
Lihat Juga :