Bagaimana Perang Israel-Iran Mempengaruhi Harga Energi, Begini Penjelasannya

Minggu, 15 Juni 2025 - 22:40 WIB
Tanpa gangguan terhadap pengiriman, harga minyak tidak mungkin tetap tinggi. Pada tahun 2022, menyusul invasi Rusia ke Ukraina, permintaan akan energi semakin meningkat seiring dengan dibukanya kembali ekonomi global setelah Covid. S

ekarang ekonomi global menghadapi waktu yang lebih sulit, dan produsen minyak dari Arab Saudi hingga Brasil memiliki kapasitas untuk meningkatkan pasokan minyak yang bisa membantu menurunkan harga.

- Apa arti perang Israel versus Iran bagi ekonomi global?

Skala kenaikan harga energi apapun, dan dampak yang lebih luas, bakal tergantung pada sejauh mana dan apa yang terjadi selanjutnya dalam konflik antara Israel dan Iran. Namun ini memiliki potensi untuk menjadi "guncangan buruk bagi ekonomi global pada waktu yang buruk," kata Mohammed El-Erian, penasihat ekonomi utama di perusahaan manajemen aset Allianz.

"Bagaimana pun Anda melihatnya, ini menjadi sentimen negatif dalam jangka pendek, serta dampak negatif dalam jangka panjang," paparnya.

Baca Juga: Rp708 Juta per Jam, Inilah Biaya Operasional Jet Tempur F-35 Israel Sekali Terbang

Hal ini menjadi pukulan lain terhadap stabilitas tatanan ekonomi global yang dipimpin AS di saat sudah banyak pertanyaan yang ada. Ekonomi Kapital menghitung bahwa jika harga minyak kembali di atas USD100 per barel, hal itu bisa menambah 1% pada inflasi di negara-negara maju, membuat hidup menjadi lebih sulit bagi bank sentral yang berharap bisa menurunkan suku bunga.

Tapi itu bukan skenario yang paling mungkin menurut proyeksi David Oxley. "Ketidakstabilan di Timur Tengah bukanlah hal baru, kita telah melihat banyak sekali kejadian seperti itu," katanya.

"Dalam waktu seminggu, semuanya mungkin sudah mereda."
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!