Buntut Kasus Asabri, Investor Diminta Lebih Hati-hati
Selasa, 16 Februari 2021 - 17:38 WIB
"Ini bisa menjadi contoh bagi investor-investor selanjutnya untuk lebih hati-hati lagi, kalau pun mereka melakukan investasi kepada institusi melalui reksa dana mesti diperhatikan lagi reksa dana itu sahamnya kemana aja yang dibeli oleh Manajer Investasi tersebut, kalau saham-sahamnya cukup baik secara fundamental ya kita lihat saham-saham yang ada di LQ45," ujar Lanjar saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (16/2/2021).
"Kalau kita melakukan investasi pribadi hal ini menjadi contoh dimana kita harus berhati-hati lagi dalam memilih saham-saham untuk dilakukan investasi," sambungnya.
Baca Juga: Tersangka Baru Mega Korupsi Asabri Rp23 Triliun, Jimmy Sutopo Dijebloskan ke Rutan KPK
Dia menyebut, kasus Jiwasraya dan Asabri dititikberatkan kekeliruan dalam berinvestasi, karena investasi yang dilakukan tidak kepada saham-saham yang memiliki prospek secara fundamental maupun likuiditas yang cukup baik, hingga salah satu dari investasi tersebut terkena kasus. "Disini saya tidak melihat ada di (saham) Indofood atau Telkom, atau pun di bank-bank yang sering dijadikan target investasi defensif oleh investor seperti BCA, Mandiri, BNI dan BTN," kata dia.
Dengan adanya kejadian tersebut, Lanjar menyebut akan menjadi perhatian lebih bagi para investor untuk melakukan investasi dan untuk emiten menurutnya tidak terlalu terkena dampak yang signifikan. "Kalau pun nanti kasusnya harus diselesaikan kemungkinan nanti dia terjadi forced sales pasti dia akan terjadi aksi jual di saham-saham bersangkutan. Kalau saya lihat disini juga ga banyak familiar oleh investor ritel, jadi untuk dampak ke investor ritel tidak begitu signifikan. Jadi, lebih kepada psikologis investor itu sendiri dan kepercayaan investor terhadap institusi keuangan Indonesia," ucapnya.
"Kalau kita melakukan investasi pribadi hal ini menjadi contoh dimana kita harus berhati-hati lagi dalam memilih saham-saham untuk dilakukan investasi," sambungnya.
Baca Juga: Tersangka Baru Mega Korupsi Asabri Rp23 Triliun, Jimmy Sutopo Dijebloskan ke Rutan KPK
Dia menyebut, kasus Jiwasraya dan Asabri dititikberatkan kekeliruan dalam berinvestasi, karena investasi yang dilakukan tidak kepada saham-saham yang memiliki prospek secara fundamental maupun likuiditas yang cukup baik, hingga salah satu dari investasi tersebut terkena kasus. "Disini saya tidak melihat ada di (saham) Indofood atau Telkom, atau pun di bank-bank yang sering dijadikan target investasi defensif oleh investor seperti BCA, Mandiri, BNI dan BTN," kata dia.
Dengan adanya kejadian tersebut, Lanjar menyebut akan menjadi perhatian lebih bagi para investor untuk melakukan investasi dan untuk emiten menurutnya tidak terlalu terkena dampak yang signifikan. "Kalau pun nanti kasusnya harus diselesaikan kemungkinan nanti dia terjadi forced sales pasti dia akan terjadi aksi jual di saham-saham bersangkutan. Kalau saya lihat disini juga ga banyak familiar oleh investor ritel, jadi untuk dampak ke investor ritel tidak begitu signifikan. Jadi, lebih kepada psikologis investor itu sendiri dan kepercayaan investor terhadap institusi keuangan Indonesia," ucapnya.
Lihat Juga :