Awas! Modal Asing yang Kabur dari Indonesia Bisa Mencapai Rp32,60 Triliun
Kamis, 20 Oktober 2022 - 17:41 WIB
Ketidakpastian pasar keuangan global makin tinggi, aliran arus modal asing yang keluar dari Indonesia diperkirakan mencapai angka USD2,1 miliar atau setara dengan Rp32,60 triliun pada triwulan III 2022. Foto/Dok
JAKARTA - Aliran arus modal asing yang keluar dari Indonesia diperkirakan mencapai angka USD2,1 miliar atau setara dengan Rp32,60 triliun (Kurs Rp15.523/USD) pada triwulan III 2022. Hal ini terjadi ketika pasar keuangan global masih dipenuhi ketidakpastian.
"Tekanan dari sisi arus modal asing meningkat, terutama dalam bentuk investasi portofolio, seiring dengan tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global. Investasi portofolio diperkirakan mencatat net outflow sebesar USD2,1 miliar pada triwulan III," ungkap Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis (20/10/2022).
Baca Juga: Tok! Bank Indonesia Kerek Suku Bunga Jadi 4,75%
Meski begitu Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sejalan dengan masih kuatnya kinerja ekspor nonmigas. Transaksi berjalan triwulan III 2022 diperkirakan kembali mencatat surplus, melanjutkan capaian pada triwulan sebelumnya, didorong oleh surplus neraca perdagangan sebesar USD14,9 miliar.
"Tekanan dari sisi arus modal asing meningkat, terutama dalam bentuk investasi portofolio, seiring dengan tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global. Investasi portofolio diperkirakan mencatat net outflow sebesar USD2,1 miliar pada triwulan III," ungkap Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis (20/10/2022).
Baca Juga: Tok! Bank Indonesia Kerek Suku Bunga Jadi 4,75%
Meski begitu Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sejalan dengan masih kuatnya kinerja ekspor nonmigas. Transaksi berjalan triwulan III 2022 diperkirakan kembali mencatat surplus, melanjutkan capaian pada triwulan sebelumnya, didorong oleh surplus neraca perdagangan sebesar USD14,9 miliar.
Lihat Juga :