Agar Startup Berkembang dan Dilirik Investor, Prasmul Siap Menjembatani
Senin, 13 Juli 2020 - 22:15 WIB
loading...
Suasana pembelajaran di kampus program magister Prasetiya Mulya. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Bisnis rintisan berbasis teknologi alias startup terus berkembang di Indonesia. Mengutip data Startup Ranking, laman pemeringkat bisnis startup di seluruh dunia, per Maret 2019 saja terdapat lebih dari 2.000 startup di Tanah Air atau terbanyak kelima di dunia.
Di masa sebelum pandemi Covid-19 menyapa, perusahaan baik rintisan maupun yang sudah berjalan masih mencari cara terbaik untuk beradaptasi di era digital. Bukan rahasia lagi bahwa industri yang mengandalkan kecanggihan teknologi dan perangkat lunak akan berkembang dan mengalami pertumbuhan eksponensial.
Ketika baru mendirikan perusahaan, para pemula banyak mengarahkan bisnisnya dengan basis hobi atau minat para pendirinya. Menurut Wakil Rektor I bidang Pembelajaran Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul), Agus W. Soehadi, hal tersebut mungkin saja menjadi salah satu awal yang baik, namun agar bisnis dapat berkembang tetap harus didukung dengan proses bisnis yang jelas dan analisis cermat.
"Pengambilan keputusan berdasarkan naluri dan intuisi saja tidak cukup, kini literasi dan analisa data berperan besar. Kaji dengan seksama setiap prosesnya dengan berbagai pengetahuan business management yang terkini dan komprehensif," ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (13/7/2020).
Menurut dia, skalabilitas tinggi, target pasar yang luas, serta mampu beradaptasi dengan cepat di segala situasi adalah model bisnis yang dicari para investor dari perusahaan startup. Namun, tingginya ketidakpastian dalam dunia startup acapkali menyebabkan pemodal ragu untuk berinvestasi. (Baca juga: Startup Binaan Kemenperin Raih Penghargaan Internasional di Jerman )
Di masa sebelum pandemi Covid-19 menyapa, perusahaan baik rintisan maupun yang sudah berjalan masih mencari cara terbaik untuk beradaptasi di era digital. Bukan rahasia lagi bahwa industri yang mengandalkan kecanggihan teknologi dan perangkat lunak akan berkembang dan mengalami pertumbuhan eksponensial.
Ketika baru mendirikan perusahaan, para pemula banyak mengarahkan bisnisnya dengan basis hobi atau minat para pendirinya. Menurut Wakil Rektor I bidang Pembelajaran Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul), Agus W. Soehadi, hal tersebut mungkin saja menjadi salah satu awal yang baik, namun agar bisnis dapat berkembang tetap harus didukung dengan proses bisnis yang jelas dan analisis cermat.
"Pengambilan keputusan berdasarkan naluri dan intuisi saja tidak cukup, kini literasi dan analisa data berperan besar. Kaji dengan seksama setiap prosesnya dengan berbagai pengetahuan business management yang terkini dan komprehensif," ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (13/7/2020).
Menurut dia, skalabilitas tinggi, target pasar yang luas, serta mampu beradaptasi dengan cepat di segala situasi adalah model bisnis yang dicari para investor dari perusahaan startup. Namun, tingginya ketidakpastian dalam dunia startup acapkali menyebabkan pemodal ragu untuk berinvestasi. (Baca juga: Startup Binaan Kemenperin Raih Penghargaan Internasional di Jerman )
Lihat Juga :