Profil dan Kekayaan Hui Ka Yan, Pengusaha Terkaya di Asia yang Hartanya Menipis

Rabu, 25 Januari 2023 - 13:57 WIB
loading...
Profil dan Kekayaan...
Hui Ka Yan merupakan pemilik perusahaan properti asal negara China Evergrande Group. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Hui Ka Yan merupakan pemilik perusahaan properti asal negara China Evergrande Group. Tak heran bila dia telah berhasil menyandang gelar orang terkaya se-Asia sejak September tahun 2017 lalu.

Hui Ka Yan berhasil mengalahkan Bos Tencent Holding, Ma Huateng dengan total kekayaan mencapai USD 42,4 miliar.

Tak sampai disitu, pada tahun 2018 ia juga berhasil membangun 15 taman hiburan terbesar di seluruh dataran China dengan total anggaran mencapai USD 7 miliar. Bangunan tersebut ditargetkan rampung antara tahun 2019-2022.

Baca juga : 5 Pengusaha China Terkaya Versi Forbes, Hartanya Capai Ratusan Triliun Rupiah

Namun pada awal tahun 2023 ini upaya Evergrande Group untuk menjadi perusahaan properti terbesar kini mulai pupus harapan. Perusahaan properti asal China tersebut terancam akan mengalami kebangkrutan.

Dikutip dari situs web fool com, penjualan saham pengembang properti China, China Evergrande Group telah meroket sekitar 61% lebih tinggi. Jumlah tersebut tentu mengakibatkan perusahaan ini berada di ambang kebangkrutan. Apalagi adanya kegagalan Evergrande dalam melakukan pembayaran utang yang mencapai Rp4.000 triliun.

Dari beberapa kejadian tersebut profil Hui Ka Yan sebagai pemilik perusahaan tentu menjadi sorotan publik.

Hui Ka Yan atau yang biasa dikenal dengan Xu Jiayin adalah pria yang lahir pada tanggal 9 Oktober 1958 di Taikang, Zhoukou, Henan, Tiongkok. Saat ini ia menjabat sebagai ketua dewan di perusahaan miliknya yakni Evergrande Group.

Baca juga : Hadapi Pengusaha China, Boy Thohir Mengaku Berguru kepada Luhut

Sebelum menjadi pemilik perusahaan properti, Hui berangkat dari keluarga pedesaan di Taikang Henan, Tiongkok. Ayahnya merupakan seorang pensiunan tentara yang memilih menjadi penjaga gudang di kampungnya.

Saat masa remaja Hui berhasil menuntaskan pendidikan di Perguruan Tinggi, ia melamar menjadi direktur di perusahaan Besi dan Baja Wuyang pada tahun 1983. Tiga tahun setelahnya, ia menjadi presiden dari kantor cabangnya yang bernama Quanda dan ia bernegosiasi masalah gajinya namun ditolak oleh atasannya.

Pada tahun 1997, ia mendirikan Grup Evergrande dan berhasil membawa perusahaan tersebut mencapai puncak kejayaan pada tahun 2017 lalu.

Hui merupakan pemegang saham terbesar di Evergrande Group, ia memegang hampir dari 60 persen saham terhitung sejak bulan Desember tahun 2021 lalu. Dengan jumlah saham yang dimilikinya, tentu menjadi salah satu sumber kekayaan terbesar buat Hui.

Pada akhir tahun 2021, Hui memiliki kekayaan bersih sebesar USD6,2 miliar, sehingga menjadikannya orang terkaya ke-462 di dunia. Jumlah tersebut tentu berbanding jauh dengan kekayaannya pada tahun 2017 lalu yang mencapai USD45,3 miliar.

Jumlah kekayaan dari Hui telah menurun sejak awal tahun 2018 hingga 2020. Jumlah penurunan kekayaan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari USD20 miliar karena utang perusahaan yang menumpuk.

Dikutip dari situs web scmp, Penurunan kekayaan tersebut membuat harta kekayaan Hui Ka Yan mulai menipis. Sehingga ia harus menjual properti pribadinya untuk menutup sebagian hutangnya, termasuk rumah mewah di London yang dijual dengan harga USD227 juta.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Rekomendasi
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 3: Mila Makin Yakin Berpisah, Kondisi Efendi Kian memburuk
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Berita Terkini
NHM Peduli Dampingi...
NHM Peduli Dampingi Pasien Jantung Rematik Asal Lingkar Tambang Hingga Sukses Jalani Operasi di Jakarta
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Biaya Medis Meningkat,...
Biaya Medis Meningkat, Allianz Ajak Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved