Bidik Dana IPO Rp30 Triliun, Pertamina Hulu Energi Dikabarkan Mulai Roadshow ke Investor
Rabu, 29 Maret 2023 - 08:05 WIB
loading...
Pertamina Hulu Energi terus melakukan persiapan IPO. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dikabarkan telah memulai roadshow edukasi investor pada Selasa (28/3/2023) dalam rangka penawaran umum perdana saham atau initial public offering ( IPO ). “Namun, manajemen Pertamina Hulu menolak berkomentar,” demikian dikutip dari Reuters, Rabu (29/3/2023).
Baca juga: OJK Ungkap Perkembangan IPO Tiga BUMN, Pertamina Hulu Energi hingga Pupuk Kaltim
Dalam pelaksanaan IPO nanti, perseroan disebut akan menawarkan sebanyak 10% hingga 15% saham kepada publik. Entitas usaha PT Pertamina ini dikabarkan mengincar dana IPO sebesar USD2 miliar atau Rp30 triliun (kurs Rp15.000).
Target dana IPO tersebut akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara sepanjang 2023 ini, melampaui target dana penawaran umum PT Trimegah Bangun Persada Tbk atau Harita Nickel yang sebesar USD647 juta.
Perihal rencana penggunaan dana hasil IPO, Pertamina Hulu Energi akan menggunakan sebagian besar untuk membiayai belanja modal kegiatan eksplorasi dan pengembangan, serta akuisisi aset migas baru.
Dalam aksi korporasi ini, Citigroup, Credit Suisse, dan JPMorgan adalah pemegang buku bersama IPO, juga dengan BRI Danareksa dan Bank Mandiri.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, proses IPO Pertamina Hulu Energi mengalami penundaan disebabkan oleh masih adanya dokumen yang perlu diperbaiki.
Baca juga: OJK Ungkap Perkembangan IPO Tiga BUMN, Pertamina Hulu Energi hingga Pupuk Kaltim
Dalam pelaksanaan IPO nanti, perseroan disebut akan menawarkan sebanyak 10% hingga 15% saham kepada publik. Entitas usaha PT Pertamina ini dikabarkan mengincar dana IPO sebesar USD2 miliar atau Rp30 triliun (kurs Rp15.000).
Target dana IPO tersebut akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara sepanjang 2023 ini, melampaui target dana penawaran umum PT Trimegah Bangun Persada Tbk atau Harita Nickel yang sebesar USD647 juta.
Perihal rencana penggunaan dana hasil IPO, Pertamina Hulu Energi akan menggunakan sebagian besar untuk membiayai belanja modal kegiatan eksplorasi dan pengembangan, serta akuisisi aset migas baru.
Dalam aksi korporasi ini, Citigroup, Credit Suisse, dan JPMorgan adalah pemegang buku bersama IPO, juga dengan BRI Danareksa dan Bank Mandiri.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, proses IPO Pertamina Hulu Energi mengalami penundaan disebabkan oleh masih adanya dokumen yang perlu diperbaiki.
Lihat Juga :