Utang China di Afrika demi Kuasai Harta Karun Bikin Bank Dunia Ketakutan

Senin, 03 April 2023 - 10:12 WIB
loading...
A A A
Perkara itulah yang menjadi motif utama kunjungan Wakil Presiden AS Kamala Harris minggu ini ke tiga negara Afrika. Kunjungan ini diklaim datang dengan komitmen besar berupa dukungan keuangan Amerika ke Tanzania dan Ghana.

Ada persaingan yang berkembang antara Amerika dengan China untuk mendapatkan pengaruh di benua itu. Pasalnya, Afrika memiliki sumber daya alam yang melimpah termasuk logam, seperti nikel, meterial penting yang dibutuhkan untuk baterai kendaraan listrik.

Berbicara di ibu kota Ghana, Accra, Kemala Harris mengatakan "Amerika tidak akan dipandu oleh apa yang dapat kami lakukan terhadap mitra Afrika kami, tetapi dipandu oleh apa yang dapat kami lakukan bersama mitra Afrika kami".

Saat menyoroti fasilitas pemrosesan nikel baru di Tanzania, Harris mengatakan proyek tersebut akan memasok AS dan pasar lain pada tahun 2026 dan akan "membantu mengatasi krisis iklim, membangun rantai pasokan global yang tangguh, dan menciptakan industri dan lapangan kerja baru".

Pendekatan kolaboratif ala Amerika itu dipuji oleh Malpass yang mengatakan persaingan antara dua ekonomi terbesar dunia itu dianggap pertempuran yang sehat untuk negara berkembang karena memberikan pilihan yang berbeda.

"Yang sangat saya dorong adalah mereka transparan dalam kontrak mereka. Itu salah satu masalah; jika Anda menulis kontrak dan mengatakan 'tetapi jangan tunjukkan kepada orang lain', itu minus. Jadi menjauhlah dari itu, " tegas Malpass.

Ada juga peringatan bahwa "untuk pemerintah di Afrika, negara pemberi utang seharusnya tidak menawarkan agunan sebagai bujukan untuk memberikan pinjaman, karena menguncinya dari generasi ke generasi. Itu sudah terjadi dengan China."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Rekomendasi
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
5 Negara Penguasa Harta...
5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved