Profesional Perlu Miliki Kepekaan terhadap Krisis Ekonomi Global
Minggu, 16 April 2023 - 22:42 WIB
loading...
Indonesia Human Resource Summit (IHRS) 2023 yang akan kembali digelar pada tanggal 19-20 Juni 2023 di Bali Nusa Dua Convention Center. (Foto: Istimewa)
A
A
A
JAKARTA - Perang Ukraina-Rusia serta kondisi perekonomian Amerika Serikat (AS) yang terus menurun, secara tidak langsung membawa dampak pada berbagai jenis usaha di dunia, termasuk di Indonesia. Perang Ukraina-Rusia mengakibatkan naiknya harga minyak dan gas dunia, mengingat Rusia merupakan negara pemasok gas terbesar di kawasan Eropa. Sedangkan, bergolaknya perekonomian di AS dapat membawa implikasi yang besar terhadap keberadaan dunia usaha di Indonesia.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Chairwoman The 13th Indonesia HR Summit, Mira Tripuspita mengungkapkan setiap profesional perlu memiliki kepekaan rasa terhadap krisis (sense of crisis) sehingga mampu bertindak dan mengambil keputusan yang benar baik pada lingkungan perusahaan maupun sebagai warga negara.
(Baca juga:Insentif Bikin Dunia Usaha Bangkit)
“Kepekaan terhadap krisis ini yang banyak dinilai masih kurang dimiliki oleh para profesional atau sumber daya manusia dalam berbagai institusi, baik pemerintahan maupun sektor swasta. Pekerja hanya bekerja berdasarkan apa yang harus dilakukan tanpa memberikan nilai tambah bagi institusi tempatnya bekerja,” kata Mira dalam penjelasan tertulisnya di Jakarta, Minggu (16/4/2023).
Pada saat badai Covid-19 melanda Indonesia, Presiden Joko Widodo kerap mengungkapkan bahwa para pejabat dan pimpinan di Indonesia kurang memiliki sense of crisis. Sebab jika sense of crisis-nya tinggi maka Covid-19 bisa ditangkal dan ditangani dengan lebih baik. Imbauan tersebut menjadi contoh bahwa setiap individu wajib memiliki intuisi dan kepekaan yang tajam untuk menyiasati berbagai persoalan yang terjadi, baik secara internal maupun eksternal terkait dengan institusi tempat bekerja dan berkarya.
(Baca juga:Rekognisi Jadikan Dunia Usaha Lebih Bermanfaat)
Dengan tajamnya kepekaan rasa terhadap krisis (sense of crisis), lanjut Mira, ada dua hal yang dapat dilakukan oleh seseorang yaitu. Pertama, melakukan antisipasi terhadap faktor-faktor yang menjadi ancaman bagi perusahaan. Hal ini penting mengingat pengenalan terhadap faktor yang menjadi ancaman akan mempermudah sumber daya manusia untuk mengambil sikap dan keputusan terbaik bagi perusahaan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Chairwoman The 13th Indonesia HR Summit, Mira Tripuspita mengungkapkan setiap profesional perlu memiliki kepekaan rasa terhadap krisis (sense of crisis) sehingga mampu bertindak dan mengambil keputusan yang benar baik pada lingkungan perusahaan maupun sebagai warga negara.
(Baca juga:Insentif Bikin Dunia Usaha Bangkit)
“Kepekaan terhadap krisis ini yang banyak dinilai masih kurang dimiliki oleh para profesional atau sumber daya manusia dalam berbagai institusi, baik pemerintahan maupun sektor swasta. Pekerja hanya bekerja berdasarkan apa yang harus dilakukan tanpa memberikan nilai tambah bagi institusi tempatnya bekerja,” kata Mira dalam penjelasan tertulisnya di Jakarta, Minggu (16/4/2023).
Pada saat badai Covid-19 melanda Indonesia, Presiden Joko Widodo kerap mengungkapkan bahwa para pejabat dan pimpinan di Indonesia kurang memiliki sense of crisis. Sebab jika sense of crisis-nya tinggi maka Covid-19 bisa ditangkal dan ditangani dengan lebih baik. Imbauan tersebut menjadi contoh bahwa setiap individu wajib memiliki intuisi dan kepekaan yang tajam untuk menyiasati berbagai persoalan yang terjadi, baik secara internal maupun eksternal terkait dengan institusi tempat bekerja dan berkarya.
(Baca juga:Rekognisi Jadikan Dunia Usaha Lebih Bermanfaat)
Dengan tajamnya kepekaan rasa terhadap krisis (sense of crisis), lanjut Mira, ada dua hal yang dapat dilakukan oleh seseorang yaitu. Pertama, melakukan antisipasi terhadap faktor-faktor yang menjadi ancaman bagi perusahaan. Hal ini penting mengingat pengenalan terhadap faktor yang menjadi ancaman akan mempermudah sumber daya manusia untuk mengambil sikap dan keputusan terbaik bagi perusahaan.
Lihat Juga :