Kembali Ekspor Produknya ke Rusia, Perusahaan Asal Prancis Kena Cibir
Minggu, 07 Mei 2023 - 03:57 WIB
loading...
Perusahaan raksasa minuman keras asal Prancis, Pernod Ricard telah memulai kembali ekspor beberapa brand mereka termasuk gin Beefeater dan wiski Jameson ke Rusia. Foto/Ilustrasi
A
A
A
PARIS - Perusahaan raksasa minuman keras asal Prancis , Pernod Ricard telah memulai kembali ekspor beberapa brand mereka termasuk gin Beefeater dan wiski Jameson ke Rusia . Pernod Ricard mengatakan, telah melanjutkan pengiriman secara terbatas untuk 'memastikan kelanjutan ekonomi' dari operasinya di Rusia.
Baca Juga: Negara-negara G7 Pertimbangkan Larangan Total Ekspor ke Rusia
Namun para pengkritik mengatakan, langkah itu menjadi sesuatu yang 'menjijikkan'. Perusahaan minuman tersebut sebelumnya harus menghentikan ekspor vodka Absolut ke Rusia pekan lalu usai sempat mendapatkan reaksi keras.
Baca Juga: Terungkap, Perusahaan Barat yang Kabur dari Rusia Hanya 8,5 Persen
Pernod Ricard sempat menangguhkan ekspor ke Rusia setelah invasinya ke Ukraina, bersama dengan banyak perusahaan Barat. Namun pada akhir tahun 2022, mereka memulai kembali ekspor beberapa merek dengan terbatas termasuk gin Beefeater dan wiski Jameson.
"Kami terus mengutuk perang yang tidak dapat dibenarkan dan invasi ke Ukraina oleh Rusia," sambungnya menambahkan bahwa pihaknya berdiri "teguh dengan rakyat Ukraina".
Baca Juga: Negara-negara G7 Pertimbangkan Larangan Total Ekspor ke Rusia
Namun para pengkritik mengatakan, langkah itu menjadi sesuatu yang 'menjijikkan'. Perusahaan minuman tersebut sebelumnya harus menghentikan ekspor vodka Absolut ke Rusia pekan lalu usai sempat mendapatkan reaksi keras.
Baca Juga: Terungkap, Perusahaan Barat yang Kabur dari Rusia Hanya 8,5 Persen
Pernod Ricard sempat menangguhkan ekspor ke Rusia setelah invasinya ke Ukraina, bersama dengan banyak perusahaan Barat. Namun pada akhir tahun 2022, mereka memulai kembali ekspor beberapa merek dengan terbatas termasuk gin Beefeater dan wiski Jameson.
"Kami terus mengutuk perang yang tidak dapat dibenarkan dan invasi ke Ukraina oleh Rusia," sambungnya menambahkan bahwa pihaknya berdiri "teguh dengan rakyat Ukraina".

Lihat Juga :