Pandemi Bikin Wirausahawan Belia Gunakan Model Bisnis Baru
Kamis, 23 Juli 2020 - 16:42 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) mencatat, terdapat 31% para wirausahawan menggunakan model bisnis baru saat pandemi Covid-19. Para wirausahawan tersebut adalah anak-anak muda berusia 16-35 tahun.
Kepala Agenda Regional Asia Pasifik WEF, Joo-Ok Lee, mengatakan model baru yang digunakan kalangan wirausahawan muda tersebut dengan memanfaatkan internet atau teknologi baru. Model bisnis itu, kata Lee, untuk mempertahankan bisnis mereka pada saat pandemi Covid-19 berlangsung.
Catatan itu merupakan hasil survei WEF yang dirilis pada hari ini (23/7/2020). Lee menyebut setidaknya terdapat 68.574 responden anak muda yang berasal dari enam negara anggota ASEAN yang dilibatkan dalam survei itu. ( Baca juga:Pembiayaan Sektor UKM Didukung Ekosistem Digital )
“Laporan ini menganalisa tantangan yang dihadapi kelompok muda ASEAN selama periode pembatasan sosial dan mengeksplorasi cara mereka bereaksi terhadap disrupsi atau gangguan yang disebabkan oleh pandemi,” ujar Joo-Ok Lee dalam Webinar peluncuran hasil survei WEF, Jakarta, Kamis (23/7/2020).
Dalam survei itu, sebanyak 31% anak muda menggunakan bisnis model yang baru untuk meningkatkan pendapatan. Sementara, ada 64% responden pelajar dan mahasiswa mengatakan mereka menggunakan internet sebagai alat belajar lebih aktif selama pandemi Covid-19.
Kepala Agenda Regional Asia Pasifik WEF, Joo-Ok Lee, mengatakan model baru yang digunakan kalangan wirausahawan muda tersebut dengan memanfaatkan internet atau teknologi baru. Model bisnis itu, kata Lee, untuk mempertahankan bisnis mereka pada saat pandemi Covid-19 berlangsung.
Catatan itu merupakan hasil survei WEF yang dirilis pada hari ini (23/7/2020). Lee menyebut setidaknya terdapat 68.574 responden anak muda yang berasal dari enam negara anggota ASEAN yang dilibatkan dalam survei itu. ( Baca juga:Pembiayaan Sektor UKM Didukung Ekosistem Digital )
“Laporan ini menganalisa tantangan yang dihadapi kelompok muda ASEAN selama periode pembatasan sosial dan mengeksplorasi cara mereka bereaksi terhadap disrupsi atau gangguan yang disebabkan oleh pandemi,” ujar Joo-Ok Lee dalam Webinar peluncuran hasil survei WEF, Jakarta, Kamis (23/7/2020).
Dalam survei itu, sebanyak 31% anak muda menggunakan bisnis model yang baru untuk meningkatkan pendapatan. Sementara, ada 64% responden pelajar dan mahasiswa mengatakan mereka menggunakan internet sebagai alat belajar lebih aktif selama pandemi Covid-19.
Lihat Juga :