Restrukturisasi Kredit Bisa Tembus Rp1.200 T, Kuatkah Likuiditas Bank?

Kamis, 23 Juli 2020 - 18:51 WIB
loading...
Restrukturisasi Kredit...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat, restrukturisasi kredit di perbankan, baik untuk UMKM dan non-UMKM, sudah mencapai Rp800 triliun. Angka ini meningkat 4% dari realisasi restrukturisasi kredit per 13 Juli, yakni Rp 769 triliun. Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan, restrukturisasi kredit di tahun ini nantinya yang diajukan debitur terdampak virus Corona bakal mencapai Rp 1.200 triliun.

"BI melakukan langkah tambahan untuk sistem bank tetap terjaga. Kalau kita lihat data restrukturisasi bank, sekarang ini sudah mencapai Rp800 triliun," kata Juda dalam diskusi webinar di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Dia melanjutkan, meski restrukturisasi kredit diperkirakan terus meningkat, likuiditas perbankan masih dalam posisi yang sangat cukup. Pasalnya, BI telah melakukan berbagai langkah untuk menjaga likuiditas itu. ( Baca juga:Masalah Bank Bukan Likuiditas, tapi Perlambatan Kredit )

"Likuiditas perbankan masih baik, yaitu 26%. Nah ini karena Bank Indonesia telah melakukan pelonggaran dari sisi likuiditas, GWM (giro wajib minimum) turun. Untuk perbankan yang menyalurkan ke sektor UMKM dan ekspor, kita tambah lagi penurunannya. Belum lagi tambahan likuiditas dari dual intervention (pasar SBN) yang dilakukan BI," imbuhnya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan nilai restrukturisasi kredit yang sudah direalisasikan industri perbankan hingga 13 Juli 2020 mencapai sebanyak Rp776,9 triliun. Keringanan kredit ini diberikan kepada 6,75 juta nasabah 100 bank yang sudah mengimplementasikan program ini.

Bila dijabarkan, sebanyak Rp328,6 triliun diberikan kepada 5,43 juta debitur UMKM. Sebanyak 1,32 juta debitur lainnya merupakan nasabah non-UMKM dengan total saldo pokok plafon pinjaman perjanjian kredit (baki debet) yang direstrukturisasi senilai Rp448,3 triliun.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
5 CEO Terkaya di Jagat...
5 CEO Terkaya di Jagat Raya, Hartanya Tembus Rp8,2 Kuadriliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved