Kaya Sumber Energi Terbarukan, Papua Potensial untuk Pengembangan Industri Hijau
Rabu, 31 Mei 2023 - 19:10 WIB
loading...
Staf Ahli Menteri ESDM bidang Perencanaan Strategis, Yudo Dwinanda Priadi saat menjadi pembicara pada acara Jakarta Energy Forum 2023 yang diselenggarakan oleh Hipmi, Rabu (31/5/2023). Foto/MPI/Advenia Elisabeth
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut Papua memiliki potensi besar dalam pengembangan kawasan industri hijau atau "green industry". Pasalnya, pulau Kepala Burung itu punya sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) .
Staf Ahli Menteri ESDM bidang Perencanaan Strategis, Yudo Dwinanda Priadi mengatakan, Papua mempunyai prospek yang cukup bagus untuk pengembangan industri hijau.
Hal tersebut karena Papua memiliki potensi EBT hingga 381 Giga Watt (GW) yang dihasilkan dari pembangkitan listrik tenaga air atau hidro dan juga tenaga surya.
"Papua punya potensi yang sangat besar bagi pengembangan green industry ke depan. Hal ini mengingat Papua punya potensi EBT 381 GW, terutama surya dan hidro yang dapat menjadi modal pengembangan green industry," ujarnya pada acara Jakarta Energy Forum 2023 yang diselenggarakan oleh Himpunan pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Rabu (31/5/2023).
Baca juga: Jumlah Penduduk RI Tembus 331 Juta Jiwa pada 2060, Ini Dampaknya terhadap Kebutuhan Energi
Staf Ahli Menteri ESDM bidang Perencanaan Strategis, Yudo Dwinanda Priadi mengatakan, Papua mempunyai prospek yang cukup bagus untuk pengembangan industri hijau.
Hal tersebut karena Papua memiliki potensi EBT hingga 381 Giga Watt (GW) yang dihasilkan dari pembangkitan listrik tenaga air atau hidro dan juga tenaga surya.
"Papua punya potensi yang sangat besar bagi pengembangan green industry ke depan. Hal ini mengingat Papua punya potensi EBT 381 GW, terutama surya dan hidro yang dapat menjadi modal pengembangan green industry," ujarnya pada acara Jakarta Energy Forum 2023 yang diselenggarakan oleh Himpunan pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Rabu (31/5/2023).
Baca juga: Jumlah Penduduk RI Tembus 331 Juta Jiwa pada 2060, Ini Dampaknya terhadap Kebutuhan Energi
Lihat Juga :