Teten: Jadi Menteri Ini Bebannya Berat, UMKM Banyak karena Tak Ada Lapangan Kerja

Senin, 12 Juni 2023 - 15:04 WIB
loading...
Teten: Jadi Menteri...
Menteri Teten Masduki mengatakan, salah satu faktor pendorong pertumbuhan pelaku UMKM di Indonesia adalah minimnya lapangan pekerjaan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, salah satu faktor pendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM ) di Indonesia adalah minimnya lapangan pekerjaan .

"Saya jadi Menteri UMKM ini bebannya berat, kalau industri enggak berkembang, sektor formalnya enggak berkembang, UMKM-nya makin banyak karena enggak ada lapangan kerja," ujar Teten dalam kuliah umum di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipantau secara daring, Senin (12/6/2023).

Teten mengungkapkan, saat ini struktur ekonomi Indonesia 99,9% merupakan pelaku UMKM dan 96% di antaranya merupakan pelaku usaha mikro. Baca Juga: Terungkap! Mayoritas Barang yang Dijual Toko Online dari China

"Yang 96% mikro itu waktu saya tanya mereka itu sebenarnya bukan mau menjadi wirausaha, cuma karena nasib, nasab, mereka enggak ada lapangan kerja. Nah akhirnya mereka bikin usaha sendiri dalam skala ekonomi subsister hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, produknya berteknologi rendah," jelasnya.

Baca Juga: Terungkap Biang Kerok Kusutnya Pembayaran Ganti Rugi Nasabah 8 Koperasi Bermasalah

Dia juga menyampaikan bahwa Bank Dunia sudah mengingatkan Indonesia untuk segera menyiapkan lapangan kerja yang berkualitas. Oleh karena itu menurutnya saat ini pemerintah sedang membangun hilirisasi.

"Industrialisasi ini berkembang dan sudah dimulai oleh bapak Presiden (Jokow Widodo) dengan membangun hilirisasi untuk tambang. Nikel kita enggak ekspor lagi, bauksit kita enggak ekspor lagi, walaupun ditentang oleh WTO kita Lawan karena kita harus berdaulat atas sumber daya kita," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Belajar Mengelola Keuangan...
Belajar Mengelola Keuangan di UMKM Digital Finance Tour
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Sri Gusni: Pergantian...
Sri Gusni: Pergantian Pimpinan BGN Harus Jadi Momentum Pembenahan Menyeluruh Program MBG
Angela Tanoesoedibjo:...
Angela Tanoesoedibjo: Perindo Rancang Program Baru Pemberdayaan UMKM
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Rekomendasi
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Tak Ada Indonesia, Berikut...
Tak Ada Indonesia, Berikut Negara Paling Banyak Juara Piala AFF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved