Awas! Kuota Gas Melon 3 Kg Bakal Jebol Jadi 8,22 Juta Metrik Ton Tahun Ini
Rabu, 14 Juni 2023 - 16:33 WIB
loading...
Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini memperkirakan, bahwa penyaluran LPG 3 kg akan melebihi kuota tahun ini dari yang telah ditetapkan.
A
A
A
JAKARTA - Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini memperkirakan, bahwa penyaluran LPG 3 Kg akan melebihi kuota tahun ini yang telah ditetapkan yakni 8 juta metrik ton (MT).
"Jadi betul sekali apa yang tadi disampaikan Dirjen progrosa 2023 apabila tidak terdapat kebijakan penyesuaian untuk pengendalian penerima LPG, memang diproyeksikan akan mencapai kuota atau bahkan melebihi kuota," ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama dengan Dirjen Migas dan Pertamina, Rabu (14/6/2023).
Baca Juga: Konsumsi Naik Terus, Penjualan LPG 3 Kg Dibatasi 1 Januari 2024
Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution menjelaskan, penyaluran LPG PSO year to date (YTD) pada Mei 2023 meningkat 5% apabila dibandingkan dengan Mei 2022. "Ini juga kita sudah buat seasonabilitynya sehingga prognosa kami di akhir nanti Desember 2023 akan over 2,7 persen," lanjutnya.
Alfian menuturkan, kendati secara volume penyaluran gas melon akan jebol, namun prognosa biaya subsidi tahun ini justru akan lebih rendah. Perlu diketahui alokasi nilai subsidi pada 2023 sebesar Rp117,84 triliun, sementara realisasi hingga Mei mencapai Rp34,01 triliun.
"Jadi betul sekali apa yang tadi disampaikan Dirjen progrosa 2023 apabila tidak terdapat kebijakan penyesuaian untuk pengendalian penerima LPG, memang diproyeksikan akan mencapai kuota atau bahkan melebihi kuota," ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama dengan Dirjen Migas dan Pertamina, Rabu (14/6/2023).
Baca Juga: Konsumsi Naik Terus, Penjualan LPG 3 Kg Dibatasi 1 Januari 2024
Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution menjelaskan, penyaluran LPG PSO year to date (YTD) pada Mei 2023 meningkat 5% apabila dibandingkan dengan Mei 2022. "Ini juga kita sudah buat seasonabilitynya sehingga prognosa kami di akhir nanti Desember 2023 akan over 2,7 persen," lanjutnya.
Alfian menuturkan, kendati secara volume penyaluran gas melon akan jebol, namun prognosa biaya subsidi tahun ini justru akan lebih rendah. Perlu diketahui alokasi nilai subsidi pada 2023 sebesar Rp117,84 triliun, sementara realisasi hingga Mei mencapai Rp34,01 triliun.
Lihat Juga :