Survei BI: Penyaluran Kredit Baru Perbankan Mei 2023 Tumbuh 82,6%
Selasa, 20 Juni 2023 - 11:14 WIB
loading...
Bank Indonesia (BI) melaporkan penyaluran kredit baru perbankan pada Mei 2023 mengalami peningkatan. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan penyaluran kredit baru perbankan pada Mei 2023 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Hal itu tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada Mei 2023 tumbuh 82,6% lebih tinggi dari SBT bulan sebelumnya 68,9%.
"Faktor utama yang memengaruhi penyaluran kredit baru tersebut antara lain permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain,"
ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono melalui pernyataannya, dikutip, Selasa (20/6/2023).
Baca Juga: Kewajiban Neto Posisi Investasi Internasional Indonesia Meningkat
Dia mengatakan keseluruhan triwulan II 2023, penawaran penyaluran kredit baru dari perbankan diperkirakan meningkat. Permintaan pembiayaan korporasi pada Mei 2023 terindikasi tumbuh terbatas. "SBT pembiayaan korporasi tercatat sebesar 12,5%, lebih rendah dari SBT 19,8% pada April 2023," jelas Erwin.
Sementara, mayoritas pembiayaan bersumber dari dana sendiri namun lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sementara itu, permintaan pembiayaan yang bersumber dari perbankan dalam negeri terindikasi meningkat.
Baca Juga: BI Diramal Tahan Suku Bunga Acuan Sepanjang Tahun, Kurs Rupiah Ambruk Jadi Rp14.994/USD
Adapun pembiayaan dari pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik terindikasi lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Di sisi rumah tangga, permintaan pembiayaan baru terindikasi sedikit meningkat pada Mei 2023. Mayoritas rumah tangga mengajukan jenis pembiayaan berupa Kredit Multi Guna dan memilih bank umum sebagai sumber utama penambahan pembiayaan. "Sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain koperasi dan leasing," tutur Erwin.
"Faktor utama yang memengaruhi penyaluran kredit baru tersebut antara lain permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain,"
ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono melalui pernyataannya, dikutip, Selasa (20/6/2023).
Baca Juga: Kewajiban Neto Posisi Investasi Internasional Indonesia Meningkat
Dia mengatakan keseluruhan triwulan II 2023, penawaran penyaluran kredit baru dari perbankan diperkirakan meningkat. Permintaan pembiayaan korporasi pada Mei 2023 terindikasi tumbuh terbatas. "SBT pembiayaan korporasi tercatat sebesar 12,5%, lebih rendah dari SBT 19,8% pada April 2023," jelas Erwin.
Sementara, mayoritas pembiayaan bersumber dari dana sendiri namun lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sementara itu, permintaan pembiayaan yang bersumber dari perbankan dalam negeri terindikasi meningkat.
Baca Juga: BI Diramal Tahan Suku Bunga Acuan Sepanjang Tahun, Kurs Rupiah Ambruk Jadi Rp14.994/USD
Adapun pembiayaan dari pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik terindikasi lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Di sisi rumah tangga, permintaan pembiayaan baru terindikasi sedikit meningkat pada Mei 2023. Mayoritas rumah tangga mengajukan jenis pembiayaan berupa Kredit Multi Guna dan memilih bank umum sebagai sumber utama penambahan pembiayaan. "Sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain koperasi dan leasing," tutur Erwin.
(nng)
Lihat Juga :