Dedolarisasi Kian Nyata, Ini Mata Uang Calon Pengganti Dolar AS

Rabu, 30 Agustus 2023 - 18:01 WIB
loading...
Dedolarisasi Kian Nyata,...
Dedolarisasi menggambarkan proses beralih dari ketergantungan dunia pada dolar AS (USD) sebagai mata uang cadangan utama. FOTO/Orfoonline
A A A
JAKARTA - Dedolarisasi menggambarkan proses beralih dari ketergantungan dunia pada dolar AS (USD) sebagai mata uang cadangan utama. Dolar tetap menjadi mata uang cadangan utama dan alat transaksi bisnis internasional sejak Amerika Serikat (AS) muncul sebagai kekuatan ekonomi terbesar dunia setelah Perang Dunia II. Namun, sering muncul pertanyaan apakah dolar AS dapat mempertahankan kepemimpinannya.

Meskipun greenback tidak mungkin kehilangan relevansinya dalam waktu dekat, ada baiknya kita melihat potensi tren dedolarisasi dan mempertimbangkan apa arti penurunan dominasi dolar bagi sistem keuangan global.

Apa yang dimaksud dengan Dedolarisasi?

Selama lebih dari satu abad, dolar AS telah menikmati keuntungan sebagai mata uang cadangan utama dunia, yang dipegang oleh bank-bank sentral di seluruh dunia untuk menyimpan nilai dan melakukan bisnis internasional.
Menurut data dari Dana Moneter Internasional (IMF), USD menyumbang 59% dari cadangan mata uang yang dialokasikan pada kuartal pertama tahun 2023, jauh di atas euro yang hanya di bawah 20% dan yen Jepang sekitar 5%.

Baca Juga: Siap-siap! BRICS Bahas Peluncuran Mata Uang Global Pesaing Dolar

Meskipun tidak diragukan lagi bahwa dolar tetap berada di puncak, pangsa dolar dalam cadangan mata uang yang dialokasikan telah menurun selama beberapa dekade terakhir, turun dari lebih dari 70% pada tahun 2001. Penurunan ini membuat beberapa ahli mempertanyakan apakah kita mungkin sedang mengalami dedolarisasi, yaitu penurunan ketergantungan dunia pada dolar sebagai mata uang cadangan utama.

Bagaimana dedolarisasi bekerja?

Negara-negara yang ingin mengurangi pengaruh dolar terhadap perekonomian mereka dapat menggunakan berbagai pendekatan. Untuk melepaskan diri dari bayang-bayang dolar, bank sentral membutuhkan mata uang cadangan alternatif yang masih memungkinkan mereka untuk menopang sistem keuangan lokal dan berpartisipasi dalam perdagangan internasional.

Mata uang apa saja, yang cocok untuk disimpan oleh bank sentral sebagai cadangan resmi? mata uang alternatif tradisional yang dapat menggantikan dolar AS antara lain, renminbi, euro, yen, dan poundsterling. Namun, seperti yang dicatat oleh IMF, mata uang-mata uang tersebut belum meningkatkan porsi alokasi cadangan devisa secara proporsional dengan penurunan nilai tukar dolar.

Mengutip Investopedia, China sebagai negara utama pendorong dedolarisasi, dengan tujuan untuk memposisikan renminbi sebagai mata uang cadangan. Meskipun bank-bank sentral telah meningkatkan kepemilikan renminbi mereka, pangsa mata uang ini dalam cadangan global tetap hanya di bawah 2,5%.

Peningkatan cadangan renminbi menyumbang sekitar seperempat dari penurunan alokasi dolar, dan Rusia saat ini memiliki sekitar sepertiga dari semua cadangan dalam mata uang China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Rekomendasi
Juergen Klopp Selangkah...
Juergen Klopp Selangkah Lagi Jadi Pelatih Timnas Jerman
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved