Ingin Jualan Aman di Medsos, Ketahui Kiatnya Agar Akun Aman dari Hacker
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 17:47 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Aktivitas usaha rumahan menjadi harapan terakhir masyarakat di tengah pandemi dan ancaman resesi perekonomian. Namun, alih-alih bisa promosi dan jualan "gratisan" via media sosial (medsos), ancaman pembajakan oleh oknum tak bertanggung jawab juga acapkali membuat resah.
Di sebuah akun medsos yang dibajak, bahkan pembajak dengan santainya meminta imbalan bila ingin akunnya kembali. Pembajakan ini semakin meresahkan masyarakat meskipun nilai kerugiannya tidak terlalu signifikan. (Baca juga: Waspada Pembajakan Akun Medsos Kian Marak Sejak Pandemi, Influencer Jadi Sasaran Empuk )
Senior Manager Information Security di Blibli.com Ricky Setiadi mengakui bila akun influencer dengan follower yang sangat banyak, tentu akan lebih mudah mencari korban yang gampang terpengaruh.
"Bila saya sebagai penjahat, saya akan dengan mudahnya melakukan mimikri sebagai si influencer. Seperti mengirimkan pesan-pesan phishing yang bisa dikembangkan terus menerus," ujar Ricky di Jakarta, Sabtu (1/8/2020).
Selain itu, dia menambahkan, para pembajak juga akan dengan mudah untuk melakukan fraud terhadap produk yang dijual. Misalnya mengaku-ngaku menjual barang branded sedang itu KW lalu dijual dengan harga yang mahal.
Di sebuah akun medsos yang dibajak, bahkan pembajak dengan santainya meminta imbalan bila ingin akunnya kembali. Pembajakan ini semakin meresahkan masyarakat meskipun nilai kerugiannya tidak terlalu signifikan. (Baca juga: Waspada Pembajakan Akun Medsos Kian Marak Sejak Pandemi, Influencer Jadi Sasaran Empuk )
Senior Manager Information Security di Blibli.com Ricky Setiadi mengakui bila akun influencer dengan follower yang sangat banyak, tentu akan lebih mudah mencari korban yang gampang terpengaruh.
"Bila saya sebagai penjahat, saya akan dengan mudahnya melakukan mimikri sebagai si influencer. Seperti mengirimkan pesan-pesan phishing yang bisa dikembangkan terus menerus," ujar Ricky di Jakarta, Sabtu (1/8/2020).
Selain itu, dia menambahkan, para pembajak juga akan dengan mudah untuk melakukan fraud terhadap produk yang dijual. Misalnya mengaku-ngaku menjual barang branded sedang itu KW lalu dijual dengan harga yang mahal.
Lihat Juga :