Upaya Mendorong Penggunaan Pasukan Serangga Mendongkrak Produksi Sawit
Minggu, 01 Oktober 2023 - 07:14 WIB
loading...
Perhimpunan Entomologi Indonesia gelar simposium soal penggunaan serangga untuk sawit. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Upaya Perhimpunan Entomologi Indonesia dalam mendorong penggunaan pasukan serangga untuk mendongkrak produksi sawit nasional dibahas dalam Simposium Kelapa Sawit bertajuk "Oil Palm Plantation Management to Increase Growth and Production" di Hotel Santika Premiere, Padang 30 September 2023.
Baca juga: Pemerintah Tetapkan Alternatif Penyelesaian Hukum bagi Pelanggar Pemanfaatan Lahan Sawit
Simposium ini merupakan rangkain dari The 2nd Internasional Conference and The 11th Congress of The Entomological Society of Indonesia (ICCESI) 2023 yang menghadirkan 300 peserta dari 9 negara dan didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), menghadirkan empat pembicara utama yaitu Dr. Bandung Sahari (PT Astra Agro Lestari), Dr. Cahyo Sriwibowo (Perhimpunan Ilmu Pemuliaan dan Perbenihan Sawit Indonesia), Tjut Ahmad Perdana Rozziansha SP., Msi. (Pusat Penelitian Kelapa Sawit), dan Arfie Thahar SP, MSi (BPDKS).
President Entomological Society Indonesia Prof. Dr. Dadang, MSc mengatakan bahwa serangga memiliki peran yang sangat penting dalam hidup kita. “Sebenarnya banyak jenis serangga berguna yang berperan sebagai pasukan untuk melindungi dan mendongkrak produksi sawit seperti parasitoid, predator dan pollinator. “Oleh karena itu simposium ini menjadi sangat penting untuk merumuskan Langkah-langkah ke depan agar serangga berguna ini dapat terus diteliti dan dioptimalkan fungsinya”, imbuhnya dikutip Minggu (1/10/2023).
Senada dengan Prof. Dr. Dadang, Dr. Bandung Sahari memaparkan bahwa serangan hama di perkebunan sawit akan bisa sangat merugikan, apalagi memasuki El-Nino ketika perubahan cuaca akan sangat berpengaruh terhadap siklus serangga. Untuk beradaptasi dengan kondisi ini, Dr. Bandung Sahari menegaskan bahwa peran predator seperti Sycanus spp, perlu mendapat perhatian yang serius agar dapat menekan serangan hama di lapangan.
Baca juga: Pemerintah Tetapkan Alternatif Penyelesaian Hukum bagi Pelanggar Pemanfaatan Lahan Sawit
Simposium ini merupakan rangkain dari The 2nd Internasional Conference and The 11th Congress of The Entomological Society of Indonesia (ICCESI) 2023 yang menghadirkan 300 peserta dari 9 negara dan didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), menghadirkan empat pembicara utama yaitu Dr. Bandung Sahari (PT Astra Agro Lestari), Dr. Cahyo Sriwibowo (Perhimpunan Ilmu Pemuliaan dan Perbenihan Sawit Indonesia), Tjut Ahmad Perdana Rozziansha SP., Msi. (Pusat Penelitian Kelapa Sawit), dan Arfie Thahar SP, MSi (BPDKS).
President Entomological Society Indonesia Prof. Dr. Dadang, MSc mengatakan bahwa serangga memiliki peran yang sangat penting dalam hidup kita. “Sebenarnya banyak jenis serangga berguna yang berperan sebagai pasukan untuk melindungi dan mendongkrak produksi sawit seperti parasitoid, predator dan pollinator. “Oleh karena itu simposium ini menjadi sangat penting untuk merumuskan Langkah-langkah ke depan agar serangga berguna ini dapat terus diteliti dan dioptimalkan fungsinya”, imbuhnya dikutip Minggu (1/10/2023).
Senada dengan Prof. Dr. Dadang, Dr. Bandung Sahari memaparkan bahwa serangan hama di perkebunan sawit akan bisa sangat merugikan, apalagi memasuki El-Nino ketika perubahan cuaca akan sangat berpengaruh terhadap siklus serangga. Untuk beradaptasi dengan kondisi ini, Dr. Bandung Sahari menegaskan bahwa peran predator seperti Sycanus spp, perlu mendapat perhatian yang serius agar dapat menekan serangan hama di lapangan.
Lihat Juga :