Peringkat Utang Israel Terancam Diturunkan Usai Perang di Gaza Makin Brutal
Sabtu, 21 Oktober 2023 - 02:12 WIB
loading...
Lembaga pemeringkat internasional Moodys menempatkan, peringkat kredit A1 Israel pada tinjauan dengan kemungkinan penurunan peringkat, begini alasannya. Foto/Dok Reuters
A
A
A
JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasional Moody's menempatkan, peringkat kredit A1 Israel pada tinjauan dengan kemungkinan penurunan peringkat. Pernyataan ini dirilis dalam situs resmi Moody's Investors Service.
Baca Juga: Diguncang Perang dan Krisis Politik, Seberapa Kuat Ekonomi Israel
Potensi eskalasi konflik lebih lanjut antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan kelompok militan Palestina Hamas dikutip sebagai penyebab peninjauan peringkat tersebut.
"Profil kredit Israel telah terbukti tahan terhadap serangan teroris dan konflik militer di masa lalu. Namun, tingkat konflik militer saat ini meningkatkan kemungkinan dampak kredit yang lebih tahan lama dan material," kata Moody's.
Baca Juga: Konflik Israel-Hamas Bikin Harga Minyak Mendidih, Brent Dekati USD92 per Barel
Badan pemeringkat internasional itu mengatakan, akan memfokuskan tinjauannya pada penilaian bagaimana durasi dan skala konflik berdampak pada ekonomi, lembaga, dan keuangan publik Israel. Ia mencatat, bahwa inspeksi mungkin memakan waktu lebih lama daripada periode tiga bulan yang biasa dilakukan Moody.
"Sementara itu konflik yang berumur pendek masih bisa memiliki dampak kredit, semakin lama dan semakin parah konflik militer, semakin besar dampaknya terhadap efektivitas kebijakan, keuangan publik, dan ekonomi," ungkap Moody's.
Baca Juga: Diguncang Perang dan Krisis Politik, Seberapa Kuat Ekonomi Israel
Potensi eskalasi konflik lebih lanjut antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan kelompok militan Palestina Hamas dikutip sebagai penyebab peninjauan peringkat tersebut.
"Profil kredit Israel telah terbukti tahan terhadap serangan teroris dan konflik militer di masa lalu. Namun, tingkat konflik militer saat ini meningkatkan kemungkinan dampak kredit yang lebih tahan lama dan material," kata Moody's.
Baca Juga: Konflik Israel-Hamas Bikin Harga Minyak Mendidih, Brent Dekati USD92 per Barel
Badan pemeringkat internasional itu mengatakan, akan memfokuskan tinjauannya pada penilaian bagaimana durasi dan skala konflik berdampak pada ekonomi, lembaga, dan keuangan publik Israel. Ia mencatat, bahwa inspeksi mungkin memakan waktu lebih lama daripada periode tiga bulan yang biasa dilakukan Moody.
"Sementara itu konflik yang berumur pendek masih bisa memiliki dampak kredit, semakin lama dan semakin parah konflik militer, semakin besar dampaknya terhadap efektivitas kebijakan, keuangan publik, dan ekonomi," ungkap Moody's.
Lihat Juga :