Urgensi SRBI, Amunisi Baru BI untuk Mencegah Risiko Sistemik Likuiditas Rupiah?

Senin, 23 Oktober 2023 - 22:25 WIB
loading...
A A A
Hingga 9 kali lelang, SRBI telah mencapai outstandi Rp113 triliun dengan net beli SRBI oleh investor non residen sebesar Rp 9,81 triliun. Hal ini menunjukan Inovasi SRBI ini memberikan daya tarik tersendiri bagi investor termasuk investor asing karena bersifat traded (dapat diperdagangkan).

Saat ini SRBI menawarkan yield yang lebih menggiurkan dibandingkan dengan Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor yang sama. Pada tanggal 20 Oktober 2023, untuk tenor 6 bulan, SRBI menawarkan yield sebesar 6.363, lebih tinggi 0.78 poin dibandingkan dengan Obligasi Negara yang memiliki tenor yang sama, yang hanya menawarkan yield sebesar 5.847.

Untuk tenor 9 bulan, SRBI menawarkan yield sebesar 6.6443, selisih 0.28 poin dibandingkan dengan obligasi negara yang hanya memberikan yield sebesar 6.355. Bahkan, untuk tenor 12 bulan, SRBI masih unggul dengan yield sebesar 6.7069, lebih tinggi 0.50 poin dibandingkan dengan obligasi negara yang menawarkan yield sebesar 6.198.

Tak heran dengan karakteristik SRBI yang bisa diperdagangkan, tenor yang tidak panjang dan juga tingkat pengembalian yang menggiurkan. Investor sangat antusias dengan hadirnya SRBI. Tujuan BI untuk menjaga likuiditas rupiah akan tercapai dan SRBI akan menjadi amunisi yang ampuh bagi Bank Indonesia untuk semakin menarik dana asing agar tinggal lebih lama di dalam negeri.

Bank Indonesia melakukan penerbitan SRBI dengan tujuan mengendalikan inflasi, menjaga nilai tukar Rupiah stabil, dan mengundang Investor asing masuk ke Indonesia dinilai sangat tepat melihat kondisi rupiah yang tidak stabil.

Penulis juga menyarankan kepada Bank Indonesia untuk terus melakukan sosialisasi kepada agen, bank, maupun investor tentang SRBI, karena dengan masuknya Investor Asing ke Indonesia dengan membeli SRBI, tentu akan menjaga kestabilan nilai tukar rupiah yang akan berdampak pada stabilnya inflasi dan semakin menurunya pembayaran Utang Luar Negeri pemerintah Indonesia yang kebanyakan bermata uang Valuta Asing serta pengelolaan likuiditas rupiah yang semakin baik di pasar uang.

Selain itu, upaya yang dapat dilakukan pemerintah dalam mengurangi risiko pelemahan nilai mata uang rupiah yaitu dengan mengurangi sedikit demi sedikit utang negara dalam mata uang asing dengan memanfaatkan investor domestik dalam belanja negara. pergeseran utang negara dari dolar AS ke dalam rupiah akan meminimalisir dampak buruk yang terjadi ketika terjadi ketidakstabilan mata uang Rupiah sehingga dampak dari risiko sistemik akan menurun.

Penulis:

Firly Armanda, Dianita Fitriani Pogram

(Magister Manajemen Universitas Indonesia)

Dewi Hanggraeni

(Magister Manajemen Universitas Indonesia, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis & Fakultas Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina)
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
Cut Meyriska dan Roger...
Cut Meyriska dan Roger Danuarta Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Imbas Kasus Hanania Travel
7 Fakta Menarik Hari...
7 Fakta Menarik Hari Pertama Piala Dunia 2026: Hujan Kartu Merah hingga Rekor Bersejarah Meksiko
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved