Erick Thohir: Butuh 2-3 Tahun untuk Sehatkan Kembali BUMN Karya

Kamis, 02 November 2023 - 10:44 WIB
loading...
Erick Thohir: Butuh...
Menteri BUMN Erick Thohir mengakui butuh waktu untuk menyehatkan kembali BUMN karya. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Persoalan internal perusahaan pelat merah di sektor infrastruktur atau karya diakui cukup berat dan berbelit-belit. Menteri BUMN Erick Thohir memperkirakan, butuh waktu setidaknya 2-3 tahun untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di tubuh BUMN karya tersebut.

"Bukan saja restrukturisasi keuangan yang harus dilakukan di internal BUMN karya, perlu juga perbaikan sistem. Artinya yang namanya BUMN karya oknumnya itu harus kita tangkap, sistemnya kita perbaiki, lalu restrukturisasi keuangan harus kita lakukan, makanya perlu waktu 2-3 tahun," ujar Erick kepada media, Kamis (2/11/2023).

Baca Juga: BUMN Karya Dililit Utang, PUPR Siapkan Pendanaan Baru untuk Infrastruktur

Erick menambahkan, langkah penyehatan bisnis BUMN karya harus dilakukan secara total atau menyeluruh. Erick menyebut aksi perbaikan layaknya pemegang saham membenahi kasus PT Jiwasraya (Persero). "Perlu waktu, seperti kita memperbaiki yang namanya Jiwasraya perlu waktu, baru selesai nanti 2024 semester I, sebelumnya 2020 kita buka," ujarnya.

Saat ini, Kementerian BUMN masih terus merestrukturisasi utang BUMN karya. Hingga kuartal I-2023, perseroan negara di sektor infrastruktur itu mencatatkan utang hingga ratusan triliun rupiah. Hal ini membuat Erick Thohir mengusulkan agar tenor atau jangka waktu pembayaran utang bisa diperpanjang menjadi 8 tahun, dari sebelumnya 3 tahun saja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Sebelum Merger, PTPP...
Sebelum Merger, PTPP Fokus Restrukturisasi dan Penguatan Bisnis Konstruksi
Perkuat Momentum Awal...
Perkuat Momentum Awal Tahun, PTPP Raih Kontrak Baru Rp3,87 Triliun hingga Februari 2026
Pakar Ingatkan Risiko...
Pakar Ingatkan Risiko Kriminalisasi Profesional terhadap Reformasi BUMN
Merger BUMN Karya Tidak...
Merger BUMN Karya Tidak Selesai Tahun Ini, COO Danantara: Kuartal I 2026
Sucofindo Buka Lowongan...
Sucofindo Buka Lowongan Kerja 2026, Lulusan D3/S1 Berbagai Jurusan Merapat!
PNM Buka Lapangan Kerja...
PNM Buka Lapangan Kerja bagi Puluhan Ribu Lulusan SMA-SMK dari Keluarga Prasejahtera
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Rekomendasi
SPMB Sekolah Nasional...
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Dimulai 21 Juli, Ini Jadwal Seleksi hingga MPLS
Menteri PU Dody Hanggodo...
Menteri PU Dody Hanggodo Respons Isu Kena Reshuffle: Ampun Bos Ampun
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan...
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan Penuntasan Kasus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved