Manila Kembali Lockdown, Jadi Biang Kerok Resesi Filipina

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 08:58 WIB
loading...
Manila Kembali Lockdown,...
Filipina kembali mencatatkan lompatan kasus infeksi Covid-19. FOTO/REUTERS
A A A
JAKARTA - Ekonomi Filipina resmi jatuh ke jurang resesi untuk pertama kalinya dalam 29 tahun dengan rekor kemerosotan pada kuartal II/2020 akibat diserang wabah corona. Lagi-lagi biang keroknya karena karantina wilayah negara itu sehingga mendorong Pemerintah Filipina memangkas tajam perkiraan Produk Domestik Bruto (PDB) untuk tahun 2020.

Berdasarkan data resmi PDB negara tersebut merosot 16,5% pada kuartal II/2020 setelah kuartal pertama anjlok 0,7%. Penurunan PDB Filipina ter-ambyar sejak tahun 1981. Adapun penurunan itu jauh lebih besar dari perkiraan kontraksi 9% dalam jajak pendapat Reuters yang dilakukan oleh sejumlah pakar ekonomi. Pada akhirnya, Filipina negara kedua di Asia Tenggara, setelah Singapura, yang jatuh ke dalam resesi di tengah pandemi virus corona.

Baca Juga: Filipina Resmi Masuk Jurang Resesi, RI Tinggal Tunggu Waktu Nih!

Dilansir dari Reuters, Jumat (7/8) permintaan domestik dan investasi bisnis Filipina sangat terpukul. Data dari Otoritas Statistik Filipina melaporkan penurunan PDB tahunan paling tajam sejak 1985 akibat dari diberlakukannya pembatasan pergerakan (lockdown) di Manila pekan ini untuk menekan penyebaran virus corona yang semakin meningkat. "Ekonomi Filipina jatuh ke dalam resesi dengan kehancuran PDB Q2 yang menunjukkan dampak destruktif dari penguncian pada ekonomi yang bergantung pada konsumsi," kata ekonom senior ING Nicholas Antonio Mapa.

Baca Juga: Ekonomi RI Ambyar -5,32%, Awas Jurang Resesi!

PDB yang disesuaikan secara musiman turun 15,2% pada kuartal II/2020 dari tiga bulan pertama tahun ini. Sementara pemerintah menurunkan perkiraan pertumbuhan tahun ini. Filipina adalah salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia sebelum pandemi, tetapi sekarang pemerintah memperkirakan PDB menyusut 5,5% tahun ini terbesar dalam 35 tahun dari perkiraan sebelumnya untuk penurunan 2,0-3,4%. Pemerintah Filipina memproyeksikan ekonomi rebound pada 2021 atau 2022.

Pemerintah telah mengalokasikan sekitar 655 miliar peso atau US13,35 miliar untuk bantuan sosial dan 59 miliar peso untuk penanganan kesehatan. Namun demikian anggaran tersebut tidak banyak membantu, bahkan pengangguran mencetak rekor tertinggi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penghargaan Regional...
Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Antisipasi Krisis, Ini...
Antisipasi Krisis, Ini Isi Pertemuan Prabowo dan Tokoh Ekonomi Nasional di Istana
1 Miliar Barel Minyak...
1 Miliar Barel Minyak Terguncang Selat Hormuz, Dunia Terancam Resesi
Peluang Resesi Indonesia...
Peluang Resesi Indonesia di Bawah 5%, Lebih Kuat dari AS, Kanada, dan Jepang
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
KJRI Penang: Konektivitas...
KJRI Penang: Konektivitas BNCT Perkuat Rantai Pasok bagi Negara-negara Asean dan Asia
Rekomendasi
O2SN Kalteng 2026 Berakhir,...
O2SN Kalteng 2026 Berakhir, Agustiar Sabran Tantang Para Juara Ukir Prestasi di Tingkat Nasional
Pengendara RX King Nyelonong...
Pengendara RX King Nyelonong Masuk Tol Jagorawi Tanpa Helm, Endingnya Ditilang
Narantraya Jeihan Borong...
Narantraya Jeihan Borong 3 Podium di JJ All Star 2026, Bidik Prestasi Bersama Ideale di PORPROV Jabar
Berita Terkini
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved