Bank Dunia Wanti-wanti Negara Berkembang Kehabisan Tenaga Dikejar Utang

Kamis, 22 Februari 2024 - 07:54 WIB
loading...
Bank Dunia Wanti-wanti...
World Bank atau Bank Dunia memperingatkan, lonjakan utang telah mengubah secara dramatis kebutuhan negara-negara berkembang dalam mendorong pertumbuhan ekonominya lebih cepat. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - World Bank atau Bank Dunia memperingatkan, lonjakan utang telah mengubah secara dramatis kebutuhan negara- negara berkembang dalam mendorong pertumbuhan ekonominya lebih cepat. Peringatan dari pemberi pinjaman multilateral itu muncul, ketika penjualan obligasi internasional dari negara berkembang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa yakni sebesar USD47 miliar pada Januari.

Baca Juga: Krisis Utang Mengancam Negara-negara Berpendapatan Rendah, Begini Ramalan Bank Dunia

Kondisi tersebut saat ini memang masih dipimpin oleh negara-negara berkembang yang kurang berisiko seperti Arab Saudi, Meksiko dan Rumania. Namun, beberapa emiten berisiko sudah mulai memasuki pasar dengan suku bunga yang lebih tinggi.

Kenya baru-baru ini membayar lebih dari 10% untuk obligasi internasional baru - ambang batas di mana sering dianggap oleh para ahli sebagai pinjaman tidak terjangkau.

"Ketika datang untuk meminjam, ceritanya telah berubah secara dramatis. Anda perlu tumbuh lebih cepat," ungkap Wakil Kepala Ekonom Bank Dunia, Ayhan Kose kepada Reuters dalam sebuah wawancara di London pada hari Selasa.

Baca Juga: Daftar Negara Berkembang di Dunia: China Termasuk?

Meski begitu, Ia menolak mengomentari masing-masing negara. "Jika saya memiliki hipotek dengan suku bunga 10%, saya akan khawatir," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Purbaya Ungkap Administrasi...
Purbaya Ungkap Administrasi di Danantara Hambat Restrukturisasi Utang Whoosh
Sahabat Lolly Tagih...
Sahabat Lolly Tagih Utang Rp30,8 Juta, Diduga Uang Mengalir ke Vadel Badjideh
Status Baru, Tantangan...
Status Baru, Tantangan Lama
PBB Hampir Kolaps, AS...
PBB Hampir Kolaps, AS Janji Segera Bayar Tunggakan Iuran Rp33,6 Triliun
Rekomendasi
Ade Darmawan Tanggapi...
Ade Darmawan Tanggapi Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa: Memang Sudah Seharusnya
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya di Jakarta
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Berita Terkini
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved