Bank Dunia Wanti-wanti Negara Berkembang Kehabisan Tenaga Dikejar Utang
Kamis, 22 Februari 2024 - 07:54 WIB
loading...
A
A
A
Kose menambahkan, bahwa pertumbuhan yang lebih cepat, terutama ketika tingkat pertumbuhan sektor riil yang lebih tinggi daripada biaya pinjaman riil, bisa terbukti sulit dipahami.
Data yang diterbitkan oleh Institute of International Finance pada hari Rabu menunjukkan tingkat utang global telah menyentuh rekor baru USD313 triliun di tahun 2023. Sementara rasio utang terhadap PDB - yang menunjukkan kemampuan suatu negara untuk membayar kembali utang - di seluruh negara berkembang juga mencapai level tertinggi terbaru, menunjukkan lebih banyak potensi ketegangan di masa depan.
Bank Dunia memperingatkan dalam laporan Prospek Ekonomi Global, yang diterbitkan pada bulan Januari, bahwa kinerja ekonomi global berada setengah dekade terlemah dalam 30 tahun selama 2020-2024, bahkan jika risiko resesi dapat dihindari.
Pertumbuhan global diperkirakan akan melambat untuk tahun ketiga secara berturut-turut menjadi 2,4%, sebelum naik menjadi 2,7% pada tahun 2025. Angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata 3,1% tahun 2010-an, menurut laporan tersebut.
Perlambatan pertumbuhan terjadi sangat akut untuk negara-negara berkembang, sekitar sepertiganya tidak mengalami pemulihan sejak pandemi COVID-19 dan memiliki pendapatan per kapita di bawah level 2019 mereka.
Kose mengatakan ini membuat banyak tujuan dalam pengeluaran pendidikan, kesehatan dan iklim dipertanyakan.
"Saya pikir akan sulit untuk memenuhi tujuan itu, jika bukan tidak mungkin, mengingat jenis pertumbuhan yang telah kita lihat," kata Kose.
Data yang diterbitkan oleh Institute of International Finance pada hari Rabu menunjukkan tingkat utang global telah menyentuh rekor baru USD313 triliun di tahun 2023. Sementara rasio utang terhadap PDB - yang menunjukkan kemampuan suatu negara untuk membayar kembali utang - di seluruh negara berkembang juga mencapai level tertinggi terbaru, menunjukkan lebih banyak potensi ketegangan di masa depan.
Bank Dunia memperingatkan dalam laporan Prospek Ekonomi Global, yang diterbitkan pada bulan Januari, bahwa kinerja ekonomi global berada setengah dekade terlemah dalam 30 tahun selama 2020-2024, bahkan jika risiko resesi dapat dihindari.
Pertumbuhan global diperkirakan akan melambat untuk tahun ketiga secara berturut-turut menjadi 2,4%, sebelum naik menjadi 2,7% pada tahun 2025. Angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata 3,1% tahun 2010-an, menurut laporan tersebut.
Perlambatan pertumbuhan terjadi sangat akut untuk negara-negara berkembang, sekitar sepertiganya tidak mengalami pemulihan sejak pandemi COVID-19 dan memiliki pendapatan per kapita di bawah level 2019 mereka.
Kose mengatakan ini membuat banyak tujuan dalam pengeluaran pendidikan, kesehatan dan iklim dipertanyakan.
"Saya pikir akan sulit untuk memenuhi tujuan itu, jika bukan tidak mungkin, mengingat jenis pertumbuhan yang telah kita lihat," kata Kose.
Lihat Juga :