Bank Dunia Wanti-wanti Negara Berkembang Kehabisan Tenaga Dikejar Utang

Kamis, 22 Februari 2024 - 07:54 WIB
loading...
A A A
Eskalasi konflik Timur Tengah menambah risiko penurunan lebih lanjut, menambah kekhawatiran atas kebijakan moneter yang ketat dan perdagangan global yang lemah. "Perdagangan telah menjadi pendorong penting pengentasan kemiskinan, dan jelas untuk ekonomi pasar berkembang, sumber pendapatan jadi penting," kata Kose.

Restrukturisasi Utang

Jika pertumbuhan tetap rendah, beberapa negara berkembang mungkin menghadapi keharusan merestrukturisasi utang, Kose menambahkan, dengan reprofiling jatuh tempo atau menyetujui pemangkasan dengan kreditor.

"Cepat atau lambat Anda perlu merestrukturisasi utang dan Anda harus memiliki kerangka kerja. Itu belum terjadi seperti yang prediksi komunitas global."

Negara-negara G20 meluncurkan Kerangka Kerja Bersama pada tahun 2020, ketika pandemi menjungkirbalikkan keuangan kebanyakan negara. Program ini bertujuan untuk mempercepat dan menyederhanakan proses negara-negara yang tertekan utang sehingga dapat kembali berdiri.

Tetapi prosesnya telah mengalami penundaan, dengan Zambia terkunci dalam default selama lebih dari tiga tahun.

"Jika pertumbuhan tetap lemah dan kondisi pembiayaan tetap ketat, Anda tidak akan melihat jalan keluar yang mudah dari masalah ini," kata Kose.

"Tetapi jika pertumbuhan secara ajaib naik, itu seperti obat," bebernya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
TERUNGKAP! Dokter Tifa...
TERUNGKAP! Dokter Tifa Terjerat Utang Ratusan Juta, Apartemen Disita PN Jakarta Selatan
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Sahabat Lolly Tagih...
Sahabat Lolly Tagih Utang Rp30,8 Juta, Diduga Uang Mengalir ke Vadel Badjideh
Rekomendasi
Jakarta Fair 2026 Ditutup,...
Jakarta Fair 2026 Ditutup, Pecahkan Rekor Transaksi Rp8,6 Triliun
Mau Berkunjung ke Dufan...
Mau Berkunjung ke Dufan Ancol? Ini Rekomendasi Wahana Ekstrem sampai Ramah Anak
Princes Rules Broken?!,...
Prince's Rules Broken?!, Microdrama Time Traveling Terbaru di V+Short
Berita Terkini
Eksodus Miliarder: Mengapa...
Eksodus Miliarder: Mengapa Mark Zuckerberg hingga Orang Kaya Inggris Kompak Kabur?
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
Infografis
Jadwal Perempat Final...
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved