Pelindo IV Sinergi Bangun Kawasan Timur Indonesia
Kamis, 13 Agustus 2020 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
Di salah satu pelabuhan kelolaan ini, Pelindo IV berhasil meningkatkan kapasitas petikemas sebesar 360% atau menjadi 230.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya hanya mampu menampung petikemas sebanyak 50.000 TEUs per tahun.
“Di Tarakan ini, kami bersinergi dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor pelaksana,” sebut Prakosa.
Selanjutnya, Pelindo IV juga membangun infrastruktur di lima pelabuhan di wilayah Timur Indonesia, yakni pelabuhan Ternate, Sorong, Jayapura, Manokwari dan pelabuhan Merauke, yang pengerjaan proyeknya juga telah rampung 100%. Semuanya sinergi dengan BUMN karya, baik sebagai kontraktor pelaksana maupun konsultan pengawas.
Di pelabuhan Ternate jelas Prakosa, pihaknya membangun replacement dermaga petikemas seluas 3.500 meter persegi.
“Sebelumnya, kapasitas petikemas eksisting hanya mampu menampung 40.000 TEUs per tahun. Setelah dibangun, kapasitasnya menjadi 60.000 TEUs per tahun atau terjadi peningkatan sebesar 50%,” ujarnya.
Baca juga: Bangun MNP, Pelindo IV Senantiasa Pedulikan Lingkungan dan Masyarakat
Di Sorong, pihaknya melakukan pekerjaan dermaga 250 x 30 meter persegi dan reklamasi CY seluas 5 hektare serta lanjutan reklamasi seluas 5 hektare.
Dengan pengerjaan ini, Pelindo IV berhasil meningkatkan kapasitas petikemas menjadi 350.000 TEUs per tahun atau meningkat sebesar 400% dari kondisi eksisting yang hanya mampu menampung 70.000 TEUs per tahun.
Di Jayapura atau pelabuhan terujung di wilayah timur Indonesia, Pelindo IV melakukan pembangunan dermaga penumpang seluas 1.500 meter persegi dan replacement dermaga 150 x 30 meter persegi dan pekerjaan pemasangan rel container crane (CC) 2 x 140 meter.
Usai dibangun menggunakan anggaran PMN, kapasitas petikemas di pelabuhan Jayapura meningkat jadi 200.000 TEUs per tahun atau sekitar 122% dari kondisi eksisting yang hanya sebesar 90.000 TEUs per tahun.
Di pelabuhan Manokwari lanjut Prakosa, pihaknya melakukan pembangunan dermaga petikemas seluas 75 x 30 meter persegi. “Dengan pembangunan ini, terjadi peningkatan kapasitas petikemas sebesar 233% atau menjadi 100.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya hanya mampu menampung sebanyak 30.000 TEUs per tahun,” katanya.
“Di Tarakan ini, kami bersinergi dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor pelaksana,” sebut Prakosa.
Selanjutnya, Pelindo IV juga membangun infrastruktur di lima pelabuhan di wilayah Timur Indonesia, yakni pelabuhan Ternate, Sorong, Jayapura, Manokwari dan pelabuhan Merauke, yang pengerjaan proyeknya juga telah rampung 100%. Semuanya sinergi dengan BUMN karya, baik sebagai kontraktor pelaksana maupun konsultan pengawas.
Di pelabuhan Ternate jelas Prakosa, pihaknya membangun replacement dermaga petikemas seluas 3.500 meter persegi.
“Sebelumnya, kapasitas petikemas eksisting hanya mampu menampung 40.000 TEUs per tahun. Setelah dibangun, kapasitasnya menjadi 60.000 TEUs per tahun atau terjadi peningkatan sebesar 50%,” ujarnya.
Baca juga: Bangun MNP, Pelindo IV Senantiasa Pedulikan Lingkungan dan Masyarakat
Di Sorong, pihaknya melakukan pekerjaan dermaga 250 x 30 meter persegi dan reklamasi CY seluas 5 hektare serta lanjutan reklamasi seluas 5 hektare.
Dengan pengerjaan ini, Pelindo IV berhasil meningkatkan kapasitas petikemas menjadi 350.000 TEUs per tahun atau meningkat sebesar 400% dari kondisi eksisting yang hanya mampu menampung 70.000 TEUs per tahun.
Di Jayapura atau pelabuhan terujung di wilayah timur Indonesia, Pelindo IV melakukan pembangunan dermaga penumpang seluas 1.500 meter persegi dan replacement dermaga 150 x 30 meter persegi dan pekerjaan pemasangan rel container crane (CC) 2 x 140 meter.
Usai dibangun menggunakan anggaran PMN, kapasitas petikemas di pelabuhan Jayapura meningkat jadi 200.000 TEUs per tahun atau sekitar 122% dari kondisi eksisting yang hanya sebesar 90.000 TEUs per tahun.
Di pelabuhan Manokwari lanjut Prakosa, pihaknya melakukan pembangunan dermaga petikemas seluas 75 x 30 meter persegi. “Dengan pembangunan ini, terjadi peningkatan kapasitas petikemas sebesar 233% atau menjadi 100.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya hanya mampu menampung sebanyak 30.000 TEUs per tahun,” katanya.
Lihat Juga :