Anggotanya Bertambah Tapi Nama BRICS Tetap Dipakai, Ini Alasannya

Sabtu, 16 Maret 2024 - 13:30 WIB
loading...
Anggotanya Bertambah...
Kelompok ekonomi BRICS akan tetap mempertahankan nama tersebut meski keanggotannya terus diperluas. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kelompok ekonomi BRICS akan tetap mempertahankan namanya saat ini meskipun telah terjadi ekspansi di blok tersebut. Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov, yang juga merupakan sherpa Rusia dalam kelompok tersebut, hal itu karena BRICS adalah merek "merek dagang" yang sudah dikenal.

"Satu hal yang harus diperjelas: Para pemimpin di Johannesburg sepakat bahwa meskipun terjadi ekspansi pada tanggal 1 Januari, kelompok baru yang lebih besar akan tetap menggunakan namanya, BRICS. Titik. Bukan 'BRICS-plus', tapi BRICS. Itu sebuah merek. Itu adalah merek dagang terkenal. Dan hal ini akan tetap seperti itu," ungkap Ryabkov seperti dilansir Russia Today, Sabtu (16/3/2024).

Baca Juga: Kekuatan Ekonomi BRICS Diklaim Sudah Menyalip G7

Ryabkov mengacu pada KTT BRICS tahun 2023 di Johannesburg, Afrika Selatan, di mana anggota baru secara resmi diundang untuk bergabung dengan kelompok tersebut. BRICS adalah singkatan dari Brazil, Russia, India, China, dan South Africa, yang merupakan anggota awal blok tersebut.

Lima negara lainnya – Ethiopia, Arab Saudi, Iran, Mesir, dan Uni Emirat Arab – bergabung dengan BRICS pada awal tahun ini sebagai bagian dari ekspansi besar-besaran. Organisasi itu juga tetap membiarkan pintu terbuka untuk penambahan anggota lebih lanjut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Iran Desak BRICS Hancurkan...
Iran Desak BRICS Hancurkan Kekebalan AS, Sinyal Pergeseran Blok Ekonomi ke Aliansi Militer?
KJRI Penang: Konektivitas...
KJRI Penang: Konektivitas BNCT Perkuat Rantai Pasok bagi Negara-negara Asean dan Asia
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Rekomendasi
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
3 Produsen Oplos 5 Merek...
3 Produsen Oplos 5 Merek Beras Premium, Ini Nama-namanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved