alexametrics

Harga Minyak Jatuh 1% Karena Membengkaknya Pasokan Minyak AS

loading...
Harga Minyak Jatuh 1% Karena Membengkaknya Pasokan Minyak AS
Harga minyak jatuh kerena membengkaknya pasokan minyak Amerika Serikat. Foto/Istimewa
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah jatuh hingga 1% pada Kamis (10/1/2019), karena membengkaknya pasokan minyak Amerika Serikat. Hal ini membuat harga minyak West Texas Intermediate turun 61 sen atau 1,2% menjadi USD51,75 per barel. Adapun harga minyak mentah berjangka Brent International turun 1% atau 62 sen menjadi USD60,81 per barel.

Melansir dari Reuters, kedua tolok ukur harga minyak dunia ini telah melonjak sekitar 5% selama pekan ini, karena gejolak di pasar keuangan. Investor pun berharap pembicaraan dagang Amerika Serikat dengan China dapat berjalan baik sehingga meredakan kekhawatiran konflik dagang yang mengancam pertumbuhan ekonomi global.

"Ditengah meredanya ketegangan perdagangan dan dolar AS yang melemah, harga minyak belakangan menguat setelah Arab Saudi meyakinkan OPEC untuk memotong produksinya," tulis ANZ Bank.



Meski OPEC mulai memangkas produksi, namun bank asal AS, Morgan Stanley memperkirakan kenaikan harga minyak di tahun 2019 "hanya meningkat" 10%. Alasan Morgan Stanley, ekspektasi melemahnya pertumbuhan ekonomi global dapat membuat permintaan minyak dunia melesu. Selain itu, meningkatnya pasokan minyak dari negara-negara anggota di luar OPEC, terutama Amerika Serikat.

Morgan Stanley memperkirakan harga minyak Brent pada tahun ini, rata-rata sekitar USD61 per barel, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya di angka USD69 per barel. Dan harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate diprediksi rata-rata USD54 per barel di 2019, lebih kecil dari perkiraan sebelumnya USD60 per barel.

Administrasi Informasi Energi (EIA) menyatakan, produksi minyak mentah Amerika Serikat pada pekan yang berakhir 4 Januari, telah menembus rekor baru sebesar 11,7 juta barel per hari. Sehingga persediaan bahan bakar AS melimpah. Dan stok minyak mentah AS berada di 439,74 juta barel, di atas rata-rata musiman lima tahun mereka sebesar 435 juta barel.

Begitu pula stok bensin AS naik 8,1 juta barel menjadi 248,1 juta barel, merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak Desember 2016. Stok distilasi minyak AS membengkak sebesar 10,6 juta barel menjadi 140,04 juta barel.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak