Nilai Rights Issue di BEI Tembus Rp24,1 Triliun, Puluhan Emiten dalam Antrean
Jum'at, 10 Mei 2024 - 15:28 WIB
loading...
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menerangkan, dana penambahan modal dari perusahaan tercatat melalui skema rights issue menembus Rp24,17 triliun hingga 8 Mei 2024. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menerangkan, dana penambahan modal dari perusahaan tercatat melalui skema rights issue menembus Rp24,17 triliun hingga 8 Mei 2024. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan nilai tersebut berasal dari 8 perusahaan.
“Untuk Rights Issue, per tanggal 8 Mei 2024 telah terdapat 8 perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp24.17 triliun,” kata Nyoman kepada wartawan dikutip Jumat (10/5/2024).
Baca Juga: 27 Perusahaan Sudah Right Issue per 1 Desember 2023, Total Nilainya Rp39,7 Triliun
Aksi korporasi menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) itu berpeluang akan berlanjut. Pasalnya masih terdapat 24 perusahaan yang antre alias masuk dalam pipeline pencatatan rights issue.
Baca Juga: Hingga Mei 2024, 24 Perusahaan IPO Raih Dana Rp3,88 Triliun
Nyoman menerangkan, bahwa sebagian besar perusahaan datang dari sektor konsumer. Rinciannya adalah 8 dari siklikal dan 4 adalah nonsiklikal.
Selanjutnya ada 5 perusahaan dari sektor keuangan, dan 4 emiten dari sektor energi. Adapun 1 perusahaan masing-masing mewakili sektor bahan baku, infrastruktur, dan transportasi-logistik.
“Untuk Rights Issue, per tanggal 8 Mei 2024 telah terdapat 8 perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp24.17 triliun,” kata Nyoman kepada wartawan dikutip Jumat (10/5/2024).
Baca Juga: 27 Perusahaan Sudah Right Issue per 1 Desember 2023, Total Nilainya Rp39,7 Triliun
Aksi korporasi menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) itu berpeluang akan berlanjut. Pasalnya masih terdapat 24 perusahaan yang antre alias masuk dalam pipeline pencatatan rights issue.
Baca Juga: Hingga Mei 2024, 24 Perusahaan IPO Raih Dana Rp3,88 Triliun
Nyoman menerangkan, bahwa sebagian besar perusahaan datang dari sektor konsumer. Rinciannya adalah 8 dari siklikal dan 4 adalah nonsiklikal.
Selanjutnya ada 5 perusahaan dari sektor keuangan, dan 4 emiten dari sektor energi. Adapun 1 perusahaan masing-masing mewakili sektor bahan baku, infrastruktur, dan transportasi-logistik.
(akr)
Lihat Juga :