Resesi Terdalam Sejak 1998 Telan Thailand

Rabu, 19 Agustus 2020 - 10:02 WIB
loading...
Resesi Terdalam Sejak...
Perekonomian Thailand mengalami kontraksi terdalam lebih dari dua dekade, untuk membuatnya merosot ke jurang resesi. Perdagangan dan pariwisata yang menjadi pendorong perekonomian Thailand dipaksa tetap tertatih-tatih oleh pandemi virus corona atau Covid-
A A A
BANGKOK - Perekonomian Thailand mengalami kontraksi terdalam lebih dari dua dekade, untuk membuatnya merosot ke jurang resesi . Perdagangan dan pariwisata yang menjadi pendorong perekonomian Thailand dipaksa tetap tertatih-tatih oleh pandemi virus corona atau Covid-19.

Dilansir Bloomberg, PDB Thailand menyusut 12,2% apabila dibandingkan tahun lalu berdasarkan data resmi Nasional ekonomi dan Dewan Pembangunan Sosial. Penurunan tersebut menjadi yang terbesar sejak krisis keuangan di 1998. Akan tetap angka tersebut tidak seburuk perkiraan dari kontraksi 13% dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom.

(Baca Juga: Tsunami Wabah Seret Jepang dan Malaysia ke Jurang Resesi, Awas Indonesia )

Proyeksi ekonomi Thailand tahun ini adalah yang paling mengerikan di Asia mengingat ketergantungan pada ekspor dan pariwisata, yang keduanya telah menderita pukulan berat di tengah wabah Covid-19. Rasa sakit telah diperparah oleh penguatan baht, yang memperoleh dorongan lebih dari 6% di kuartal April-Juni, mata uang berkinerja terbaik kedua di Asia yang dilacak oleh Bloomberg.

"Kami prihatin tentang perekonomian, terutama sektor tenaga kerja dan usaha kecil dan menengah. Pengeluaran pemerintah akan tetap menjadi pendorong ekonomi utama tahun ini, karena semua sektor lain tetap lemah," kata Thosaporn Sirisumphand, Sekretaris Jenderal Dewan ekonomi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Rekomendasi
Daftar Lengkap 32 Tim...
Daftar Lengkap 32 Tim Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Berita Terkini
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Infografis
Karier Militer Mayjen...
Karier Militer Mayjen Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Istimewa Raja Thailand
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved