alexametrics

Wall Street Melemah Karena Pembicaraan Dagang AS-China Terhenti

loading...
Wall Street Melemah Karena Pembicaraan Dagang AS-China Terhenti
Wall Street ditutup melemah. Foto/CNBC
A+ A-
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup lebih rendah pada Jumat waktu setempat, setelah media CNBC melaporkan bahwa pembicaraan dagang AS dan China terhenti.

Melansir dari CNBC, Sabtu (18/5/2019), indeks Dow Jones Industrial Average turun 98,68 poin menjadi 25.764. Indeks S&P 500 tergelincir 0,6% menjadi 2.859,53. Nasdaq jatuh 1% menjadi 7.816,28. Wall Street gagal melanjutkan reli setelah tiga hari menang beruntun.

Sebuah sumber mengatakan kepada CNBC bahwa pembicaraan dagang AS-China terhenti karena pemerintahan Trump telah meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan telekomunikasi China, Huawei. Delegasi AS sendiri telah diundang ke Beijing awal pekan ini.



Laporan terhentinya pembicaraan dagang mengirim Dow Jones ke wilayah negatif, menghapus kenaikan sekitar 30%. Begitu juga dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq yang berbalik melemah.

Saham-saham perusahaan AS yang memiliki eksposur di luar negeri pun anjlok, seperti Apple turun 0,6%, membawa kerugian 4,1% selama seminggu. Saham perusahaan AS pemasok perangkat dan chip terhadap Huawei juga turun, seperi Qualcomm, Qorvo, dan Micron Technology yang masing-masing turun 1,6%, 6,1% dan 3,4%.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Perdagangan China, Gao Feng, mengatakan bahwa AS menunjukkan "perilaku intimidasi" dan "mendikte" China dalam pembicaraan perdagangan. Dan menurut kantor berita China, Xinhua, bahwa China menyesalkan langkah AS yang meningkatkan sengketa perdagangan secara sepihak sehingga negosiasi terhenti.

Meningkatnya perang dagang kedua negara ekonomi besar dunia ini juga merontokan pasar saham China pada Jumat waktu setempat. Indeks Shanghai turun 2,5%, merupakan penurunan mingguan terbesar sejak Juli 2018.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak