Ibu kota Pindah ke Kalimantan Bakal Bebani APBN

Kamis, 11 Juli 2019 - 15:59 WIB
Ibu kota Pindah ke Kalimantan...
Ibu kota Pindah ke Kalimantan Bakal Bebani APBN
A A A
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah menetapkan ibu kota baru di Kalimantan. Adapun pengumuman lokasi ibu kota baru pengganti Jakarta akan diumumkan dalam waktu dekat.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, menilai perpindahan ibu kota ini akan membebani APBN. Karena total biaya yang disampaikan Bappenas sebesar Rp466 triliun. Baca: Dalam Waktu Dekat, Jokowi Akan Umumkan Lokasi Ibu Kota Baru

"Dan biaya tersebut bisa saja melonjak karena terjadi pembengkakan harga akibat spekulasi harga tanah. Biaya pembebasan lahan bisa mahal karena ulah spekulan tanah. Tidak mudah bagi negara untuk menyediakan lahan karena kebutuhannya (tanah) besar," ujarnya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Bhima menambahkan biaya lain yang juga bisa muncul, misalnya force majeure karena krisis, jadi harus dimasukkan dalam budget. Ia mencontohkan kasus Putrajaya di Malaysia, yang saat dibangun, biayanya membengkak karena krisis finansial Asia di 1998.

"Konsekuensi dari mahalnya biaya itu akan menambah defisit APBN dan utang pemerintah. Jadi untuk saat ini, pemindahan ibu kota tidak feasible secara ekonomi," jelasnya.

Terkait pembangunan di ibu kota baru, kata Bhima, swasta dan BUMN mungkin tertarik mendanai pembangunan properti untuk rumah ASN. Tetapi untuk biaya membangun gedung Kementerian akan sulit dicari pendanaan dari swasta.

"Sejauh ini porsi investasi swasta dalam pembangunan infrastruktur hanya 7% (World Bank). BUMN pun harus hitung untung rugi dan jangka waktu pengembalian modalnya. Jika terlalu lama returnnya dan BUMN terpaksa utang akan menyebabkan financial distress atau tekanan keuangan," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Belanja Pemerintah Pusat...
Belanja Pemerintah Pusat Bisa Melonjak hingga Rp1.306,7 Triliun di Semester II
Realisasi APBN Semester...
Realisasi APBN Semester I/2020, Sri Mulyani: Memburuk Sepanjang Tahun
Ekonom: Defisit APBN...
Ekonom: Defisit APBN Melebar Lebih Baik Ketimbang Krisis
Sah, Laporan Pertanggungjawaban...
Sah, Laporan Pertanggungjawaban APBN 2019 Disetujui Banggar DPR
Reputasi RI Rusak Soal...
Reputasi RI Rusak Soal Menjaga Defisit APBN di Mata Dunia
Sah! RAPBN 2023 Jadi...
Sah! RAPBN 2023 Jadi Undang-undang: Belanja Negara Tembus Rp3.000 Triliun
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
5 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
5 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
6 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
9 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
10 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved