Gara-Gara Pandemi, Kantong Ancol Jebol Rp146,3 Miliar

loading...
Gara-Gara Pandemi, Kantong Ancol Jebol Rp146,3 Miliar
Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 306% atau rugi senilai Rp146,3 miliar sepanjang semester I-2020. Torehan ini turun drastis dibandingkan kinerja di periode yang sama tahun 2019 dengan catatan laba bersih sebesar Rp71,2 miliar.

Direktur Keuangan Pembangunan Jaya Ancol Hari Sundjojo mengatakan, kinerja keuangan perseroan sangat terdampak akibat pandemi Covid-19, karena adanya penutupan kawasan rekreasi mulai 14 Maret hingga 19 Juni 2020. (Baca juga:Duit Rp75.000 Laris, Ludes Dipesan hingga Akhir September!)

"Laba bersih kami turun 306% di Juni 2020 atau menjadi rugi Rp146,3 miliar," ujar Hari dalam video conference, Senin (24/8/2020).

Hari menambahkan, perseroan juga mencatatkan penurunan pendapatan usaha sebesar 58% menjadi Rp254,2 miliar di periode semester I-2020. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu Ancol berhasil membukukan pendapatan mencapai Rp607,8 miliar.



Meskipun mengalami penurunan dari sisi laba bersih dan pendapatan, aset perusahaan tetap menunjukkan pertumbuhan sebesar 10% menjadi Rp4,5 triliun dari periode sebelumnya Rp4 triliun. Sayangnya, liabilitas perseroan juga naik 29% dari Rp1,9 triliun menjadi Rp2,5 triliun. Sementara, ekuitas perseroan tercatat turun 7% di semester I-2020 menjadi Rp2 triliun dari sebelumnya Rp2,1 triliun. (Baca juga:Tanpa Amien Rais, PAN Ibarat Sayur Tanpa Garam)

"Penyebab kenaikan aset karena kita membutuhkan dana untuk pelunasan obligasi yang akan jatuh tempo di bulan Juli sebesar kurang lebih Rp300 miliar," ucapnya.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top