alexametrics

Manager Forum XLI MNC Group, Sri Mulyani: Ekonomi RI Kuat Hadapi Gejolak Global

loading...
Manager Forum XLI MNC Group, Sri Mulyani: Ekonomi RI Kuat Hadapi Gejolak Global
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dalam Manager Forum XLI MNC Group memaparkan, kondisi ekonomi RI masih resilient, bertahan dan kuat dalam menghadapi ketidakpastian global. Foto/Michelle Natalia
A+ A-
JAKARTA - Kondisi perekonomian global yang masih dipenuhi ketidakstabilan dengan berlarut-larutnya perang dagang antara dua ekonomi besar dunia yakni Amerika Serikat (AS) dan China. Namun sebenarnya ada masalah yang lebih dalam dibandingkan trade war, yaitu global governance.

Hal itu ketika terjadi shifting di pihak pemegang share terbesar dalam global governance seperti politik AS 'America First' dan kondisi Eropa. Terutama Inggris yang menjadi zona tidak pasti, akan ada dampak yang lebih besar dibandingkan trade war.

"Fluktuasi ekonomi tidak dapat diprediksi, seperti China yang bisa menjadi salah satu ekonomi terbesar dalam waktu di bawah 4 tahun saja, hal yang tidak pernah terjadi sepanjang sejarah," ujar Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dalam Manager Forum XLI MNC Group bertemakan "Indonesia Economy In The Next 5 Years and Corporate Business Update" di iNews Tower, Jakarta, Kamis (29/8/2019).



Namun dengan adanya perang dagang, menurut Menkeu bakal membuat China harus beradaptasi lagi dan pertumbuhannya kembali tidak dapat diprediksi. "Ini yang menyebabkan ketidakpastian global," papar mantan Direktur Bank Dunia tersebut.

Menurutnya perubahan ini terjadi secara global hingga menyebabkan proyeksi ekonomi global menjadi pesimis. "Ketidakpastian ini kemudian memunculkan Uncertainty Policy Index di tahun 2019, tapi hebatnya, kita melihat ekonomi Indonesia masih resilient, masih bertahan dan kuat," lanjutnya.

Indonesia dipaparkan masih bisa bertahan dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5%, meskipun ekspor mengalami pukulan yang cukup berat dan panasnya politik saat pemilu. Sri menjelaskan, "meski kinerja investasi kita mengalami tekanan, PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri ) kita masih relatively strong. Kita lebih terserang dari segi external, yaitu CAD dan capital flow."

Untuk itu, terang Menkeu terbaik Asia itu mengutarakan pemerintah pun memberikan insentif fiskal supaya investasi tetap berjalan. Meski ekonomi Indonesia masih bertahan kuat, bukan berarti ada imunitas terhadap lingkungan eksternal yang negatif.

"Pertumbuhan kredit kita juga relatively strong, kita harus jaga momentum ini supaya tidak melemah. Indikator sosial ekonomi juga terus membaik terutama dengan menurunnya angka pengangguran dan angka kesenjangan," imbuhnya.

Daya saing nasional pun semakin meningkat. Selain itu terang dia, pemerintah juga mengupayakan kemudahan berbisnis (EoDB) yang tercatat semakin membaik. Sesuai tujuan RAPBN 2020, kebijakan pemerintah kedepan akan difokuskan untuk meningkatkan kualitas SDM, penguatan program sosial, akselerasi pembangunan infrastruktur, birokrasi efisien dan bebas korupsi, serta antisipasi ketidakpastian.

"Kita harus catat, meskipun sektor jasa kita meningkat, sektor manufaktur kita menurun, kedua hal ini harus imbang supaya neraca terjaga," tuturnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak