Negara Kaya Minyak Kirim Permohonan Resmi Gabung BRICS Selang Sehari Dikunjungi Putin
Rabu, 21 Agustus 2024 - 11:43 WIB
loading...
Negara Kaukasus Selatan yang kaya minyak mengajukan permohonan untuk bergabung dengan blok negara-negara berkembang, BRICS hanya sellan sehari usai menerima kunjungan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Foto/Dok
A
A
A
BAKU - Azerbaijan secara resmi mengajukan permohonan untuk bergabung dengan blok negara-negara berkembang utama, BRICS . Proposal tersebut hanya berselang sehari setelah kunjungan Presiden Rusia, Vladimir Putin ke negara Kaukasus Selatan yang kaya minyak itu untuk menopang hubungan regional dan mengamankan rute perdagangan Moskow yang berada di bawah tekanan.
Baca Juga: 10 Negara Besar Penghasil Minyak Bumi, Kelompok BRICS Mendominasi
Pengumuman dari kementerian luar negeri di ibukota Azerbaijan, Baku, datang ketika aliansi BRICS berniat ekspansi besar-besaran. Selama lebih dari satu dekade, blok itu hanya mencakup lima negara yakni Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
Lalu pada Januari lalu, Iran, Mesir, Ethiopia dan Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi bergabung ke dalam BRICS, dan Arab Saudi mengatakan sedang mempertimbangkan melakukan langkah serupa.
Baca Juga: Ngebet Gabung BRICS, Venezuela Imingi Cadangan Minyak Raksasa
BRICS merupakan rumah bagi beberapa produsen minyak terbesar di dunia, serta menyumbang lebih dari seperempat PDB dunia. Di sisi lain anggotanya Rusia dan Iran punya hubungan kurang harmonis dengan Barat yang semakin diperparah usai pecahnya perang Ukraina, ditambah kebijakan regional Iran.
Hubungan bisnis menjadi agenda utama selama pertemuan antara Putin dan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev pada hari Senin kemarin, dengan Aliyev mengumumkan, telah mengalokasikan USD120 juta dalam upaya meningkatkan transportasi kargo antara kedua negara.
Baca Juga: 10 Negara Besar Penghasil Minyak Bumi, Kelompok BRICS Mendominasi
Pengumuman dari kementerian luar negeri di ibukota Azerbaijan, Baku, datang ketika aliansi BRICS berniat ekspansi besar-besaran. Selama lebih dari satu dekade, blok itu hanya mencakup lima negara yakni Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
Lalu pada Januari lalu, Iran, Mesir, Ethiopia dan Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi bergabung ke dalam BRICS, dan Arab Saudi mengatakan sedang mempertimbangkan melakukan langkah serupa.
Baca Juga: Ngebet Gabung BRICS, Venezuela Imingi Cadangan Minyak Raksasa
BRICS merupakan rumah bagi beberapa produsen minyak terbesar di dunia, serta menyumbang lebih dari seperempat PDB dunia. Di sisi lain anggotanya Rusia dan Iran punya hubungan kurang harmonis dengan Barat yang semakin diperparah usai pecahnya perang Ukraina, ditambah kebijakan regional Iran.
Hubungan bisnis menjadi agenda utama selama pertemuan antara Putin dan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev pada hari Senin kemarin, dengan Aliyev mengumumkan, telah mengalokasikan USD120 juta dalam upaya meningkatkan transportasi kargo antara kedua negara.
Lihat Juga :