Lanjut di Era Prabowo, Tapera Jadi Dasar Kejar Target Bangun 3 Juta Rumah
Minggu, 01 September 2024 - 16:27 WIB
loading...
Tapera akan dilanjutkan pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto, guna mewujudkan perumahan yang masif. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Program Tabungan Perumahan Rakyat ( Tapera ) akan dilanjutkan pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto , guna mewujudkan perumahan yang masif.Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, Tapera menjadi dasar untuk merealisasikan pembangunan 3 juta rumah dan apartemen per tahun yang dijanjikan Prabowo.
"Tapera, SMF (PT Sarana Multigriya Finansial), terus ada BTN, ada banyak dana-dana terhimpun sedang dikaji alokasi dananya mau ke mana, sektor tujuan adalah perumahan. Kita menghimpun dana untuk berdaya membangun 3 juta rumah per tahun. Tapera itu adalah satu instrumen," jelas Hashim dalam sebuah dialog di daerah Senayan, Jakarta, Sabtu (31/8/2024).
Baca Juga: Usulkan Dana Abadi Tapera, Begini Penjelasan Kementerian PUPR
Hashim mencontohkan, di Singapura ada program Central Provident Fund (CPF). Sedangkan Malaysia ada Employees Provident Fund (EPF). Menurut Hashim, program-program itu telah berjalan selama 30 sampai dengan 40 tahun.
“Salah satu tujuan adalah suplai dana untuk pembangunan rumah itu tersedia. So, itu sedang dikaji,” kata Hashim.
"Tapera, SMF (PT Sarana Multigriya Finansial), terus ada BTN, ada banyak dana-dana terhimpun sedang dikaji alokasi dananya mau ke mana, sektor tujuan adalah perumahan. Kita menghimpun dana untuk berdaya membangun 3 juta rumah per tahun. Tapera itu adalah satu instrumen," jelas Hashim dalam sebuah dialog di daerah Senayan, Jakarta, Sabtu (31/8/2024).
Baca Juga: Usulkan Dana Abadi Tapera, Begini Penjelasan Kementerian PUPR
Hashim mencontohkan, di Singapura ada program Central Provident Fund (CPF). Sedangkan Malaysia ada Employees Provident Fund (EPF). Menurut Hashim, program-program itu telah berjalan selama 30 sampai dengan 40 tahun.
“Salah satu tujuan adalah suplai dana untuk pembangunan rumah itu tersedia. So, itu sedang dikaji,” kata Hashim.
Lihat Juga :