Gilas Ekonomi G7, Putin: BRICS Kuasai 37% Lebih PDB Global

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 19:44 WIB
loading...
Gilas Ekonomi G7, Putin:...
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri Forum Bisnis BRICS di Moskow, Rusia, 18 Oktober 2024. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan produk domestik bruto (PDB) global dari negara-negara BRICS telah mengalahkan G7. Hal itu disampaikan dalam pidato sesi pleno pengelompokan ekonomi BRICS di Moskow, Rusia, Jumat (19/10).

Putin membandingkan perubahan dalam pangsa PDB global antara G7 dan BRICS. Dia mengatakan PDB G7 terus menyusut dari 1992 sebesar 45,5% menjadi 16,7% tahun ini.

"Sekarang aliansi kami memiliki 37,4% pangsa PDB global dan G7 29,3%. Kesenjangan semakin melebar. Itu akan terus meningkat dan tidak bisa dihindari," ujar Putin dikutip dari Anadolu Ajansi, Sabtu (19/10/2024).



Putin menegaskan BRICS memainkan peran penting dalam ekonomi global, tidak hanya hari ini tetapi peran tersebut akan terus meningkat di masa depan.

"Negara-negara yang membentuk asosiasi kami sebenarnya adalah pendorong pertumbuhan ekonomi global. Dan di BRICS-lah peningkatan utama dalam PDB global akan dihasilkan di masa mendatang," tegas Putin.

Dia menekankan bahwa kerja sama BRICS untuk mempercepat pertumbuhan sosio-ekonomi dan memastikan pembangunan berkelanjutan membawa hasil yang konkret, nyata dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Putin menegaskan PDB agregat aliansi BRICS lebih dari USD60 triliun, atau setara Rp9.000 triliun dan total pangsa pasar global melebihi indikator G7. Dalam beberapa dekade terakhir, kata dia, lebih dari 40% pertumbuhan PDB global dan seluruh dinamika ekonomi global telah diperhitungkan oleh negara-negara BRICS.

"Pada akhir tahun ini, tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata di BRICS diproyeksikan sebesar 4%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan angka pertumbuhan ekonomi di negara-negara G7 sebesar 1,7% dan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,2%," ujarnya.



BRICS menyumbang sekitar seperempat dari ekspor barang global. Sementara, perusahaan-perusahaan dari negara-negara yang tergabung dalam asosiasi ini mendominasi banyak pasar-pasar utama, termasuk sumber-sumber energi, logam dan makanan. "Tanpa sumber-sumber ini pembangunan berkelanjutan tidak akan terjadi," tegas Presiden Putin.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Negara Baru BRICS Ini...
Negara Baru BRICS Ini Tolak Mata Uang Lokal untuk Transaksi Minyak, Pilih Dolar AS
PetroChina Jabung Ciptakan...
PetroChina Jabung Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi Jambi
Hubungan Afsel dan BRICS...
Hubungan Afsel dan BRICS Makin Kuat usai Tak Lagi Dapat Bantuan AS
Rusia Tuntut Raksasa...
Rusia Tuntut Raksasa Energi Inggris Bayar Ganti Rugi Rp26,3 Triliun
Sinyal Kuat AS Cabut...
Sinyal Kuat AS Cabut Sanksi Rusia demi Hidupkan Ekspor Biji-bijian Laut Hitam
Indonesia Gabung New...
Indonesia Gabung New Development Bank BRICS, Prabowo Diskusi dengan Dilma Rousseff
India Terang-terangan...
India Terang-terangan ke BRICS: Kami Tidak Akan Campakkan Dolar AS
4 Tokoh Rusia Bebas...
4 Tokoh Rusia Bebas dari Sanksi Uni Eropa, Ada Pengusaha hingga Menteri
Beri Sanksi ke Rusia,...
Beri Sanksi ke Rusia, Uni Eropa Menusuk Sendiri Jantung Ekonominya
Rekomendasi
Duel Jon Jones vs Tom...
Duel Jon Jones vs Tom Aspinall: Pujian Lawas Kontra Keraguan
Arus Balik di Pantura...
Arus Balik di Pantura Indramayu Meningkat, Didominasi Pemotor
Saksikan Malam Ini di...
Saksikan Malam Ini di INTERUPSI Siapa Suruh Datang Jakarta? Bersama Ariyo Ardi, Anisha Dasuki, Chico Hakim, dan Narasumber Lainnya, Live di iNews
Berita Terkini
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Impor 32% untuk Barang RI, Pengusaha Cemas
24 menit yang lalu
Selatan Jakarta Padam...
Selatan Jakarta Padam Listrik karena Cuaca Ekstrem, PLN Siaga
39 menit yang lalu
Sekilas Tarif Trump...
Sekilas Tarif Trump terhadap China, Uni Eropa, dan Ratusan Negara Lainnya
2 jam yang lalu
Ditampar Tarif Impor...
Ditampar Tarif Impor 32 Persen oleh Trump, Ini Profil Perdagangan Indonesia-AS
4 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32...
Kena Tarif Impor 32 Persen, Surplus Neraca Dagang Indonesia Terancam
4 jam yang lalu
Dihantui Tarif AS, Rupiah...
Dihantui Tarif AS, Rupiah Terancam Tembus Rp17.000 - IHSG Rontok
6 jam yang lalu
Infografis
Antisipasi NATO, Putin...
Antisipasi NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved