Keperkasaan BRICS di Sektor Pangan Global, Tak Hanya Penguasa Minyak dan Gas

Senin, 21 Oktober 2024 - 18:15 WIB
loading...
A A A
Mitra dagang terpenting adalah AS, yang menyumbang 36% dari total ekspor Brasil ke G7, diikuti oleh Jepang sebesar 18% dan Jerman sebesar 15%. Perlu dicatat bahwa 81% dari ekspor biji-bijian Brasil ke G7 pada tahun 2021 masuk ke Jepang dan 99% dari hewan hidup yang diekspor Brasil masuk ke AS.

Gambaran serupa muncul untuk perdagangan pertanian antara BRICS dan UE. Pada tahun 2022, UE mengekspor 12% produk pertaniannya ke negara-negara BRICS dan mengambil sekitar 22% impor pertaniannya dari BRICS (Komisi Eropa, 2023).

BRICS Pemain Kunci di pasar pertanian


BRICS menyumbang porsi yang signifikan dari ekspor lima komoditas pertanian dan pangan teratas berdasarkan nilai perdagangan.Dengan total nilai ekspor sekitar USD730 miliar pada tahun 2021 (berdasarkan nomenklatur 2 digit UN Comtrade), lima komoditas teratas adalah biji-bijian (USD151 miliar), daging (USD153 miliar), minuman (USD139 miliar), buah-buahan dan kacang-kacangan (USD139 miliar) dan lemak dan minyak (USD145 miliar).

Semua itu menyumbang sekitar 40% dari nilai ekspor pertanian global. Raihan tersebut tidak termasuk kacang kedelai, yang juga memiliki nilai perdagangan signifikan sekitar USD80 miliar.

Secara khusus, BRICS merupakan pemain kunci di pasar biji-bijian, yang menguasai sekitar seperlima (19%) dari ekspor global pada tahun 2021. Posisi ini sebanding dengan AS (20%) dan UE (21%). Jika anggota BRICS yang baru juga diperhitungkan, pangsanya akan menjadi 28% dan akan setara dengan G7 (34%).

BRICS juga memegang pangsa yang cukup besar dalam hal nilai ekspor di pasar daging, buah-buahan dan kacang-kacangan, serta lemak dan minyak masing-masing sebesar 16%, 12% dan 9%; dengan pengecualian lemak dan minyak. Angka ini kira-kira setara dengan AS (14%, 11% dan 3%) tetapi jauh lebih rendah dari UE (35%, 26% dan 23%).

Jika pangsa ekspor anggota BRICS baru ditambahkan, nilai ekspor relatif untuk buah-buahan dan kacang-kacangan, serta lemak dan minyak (15% dan 15%) akan sangat mirip dengan G7 (18% dan 14%). Namun untuk daging, G7 (31%) berada sekitar sepuluh poin lebih tinggi secara persentase daripada BRICS+ (19%).

Hal ini sebagian besar disebabkan oleh pangsa pasar ekspor yang tinggi dari anggota G7 di UE (Jerman, Prancis, dan Italia).

Bentuk Kartel Gandum


Rusia sebelumnya mendesak BRICS untuk membentuk bursa gandum antar-blok. Tujuan resmi aliansi ini adalah untuk memfasilitasi perdagangan antarnegara anggota, tetapi analis memperingatkan bahwa struktur baru ini akan bertujuan untuk menjadi analog dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk pasar gandum global, dengan tujuan memengaruhi harga.

Baca Juga: BRICS Kian Digdaya, Kuasai Cadangan Minyak dan Mineral Global

“Mengatur harga hanya dengan menciptakan bursa tidak akan berhasil karena ini memerlukan penyatuan eksportir ke dalam organisasi yang mirip dengan OPEC+ sehingga kita dapat bersama-sama membatasi pasokan di pasar,” kata Vladimir Chernov, analis di Freedom Finance Global.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Rekomendasi
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Berita Terkini
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved