Polemik Ojol Angkut Penumpang, Luhut Tepis Pemerintah Tak Koordinasi

Rabu, 15 April 2020 - 00:00 WIB
loading...
Polemik Ojol Angkut...
Aturan pelarangan ojek online terkait boleh atau tidaknya mengangkut penumpang orang menuai perdebatan publik. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Aturan pelarangan ojek online (ojol) terkait boleh atau tidaknya mengangkut penumpang orang menuai perdebatan publik. Banyak pihak yang menyebut pemangku kebijakan seperti tidak selaras dalam memberikan arahan untuk penanaganan wabah corona (Covid-19).

Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan menolak anggapan bahwa pemerintah tidak melakukan koordinasi terkait aturan pelarangan angkut penumpang untuk para ojek online .

Pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Gubernur DKI Anies Baswedan yang dibuat dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kita koordinasikan dengan baik dengan Pak Terawan (Menteri Kesehatan) maupun pak Anies Gubernur DKI. Jadi kalau orang bilang nggak koordinasi nggak betul juga,” ujarnya dalam video conference, Selasa (14/4/2020).

Luhut menjabarkan, dalam membuat kebijakan di suatu daerah, Pemda dapat mengambil kewenangan sendiri dalam mengatur daerahnya, dalam hal ini merupakan otoritas kepala daerah.

“Sehingga Pemda itu juga bisa mengatur sendiri kebutuhannya. Misalnya DKI nggak membolehkan, ya silakan urusan dia, tapi misal ada Pekanbaru membolehkan dan tetap mengacu Permenkes, ya boleh juga. Kita coba mengakomodasi semua,” jelasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD,...
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD, Luhut Ingatkan OJK Punya Tugas Tambahan
Luhut Buka Suara Soal...
Luhut Buka Suara Soal Gonjang-ganjing Bursa Saham RI: Investor Global Masih Wait and See
Prabowo dan Luhut Bertemu...
Prabowo dan Luhut Bertemu Empat Mata di Istana, Ini yang Dibahas
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Biaya Operasional Tinggi,...
Biaya Operasional Tinggi, Gapasdap Minta Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Rekomendasi
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Berita Terkini
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved